Laporkan Masalah

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong

Dino Sumaryono, SKM., Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH,

2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/EL

Latar Belakang : SIMPEG merupakan salah satu cara pengelolaan kepegawaian tenaga kesehatan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang dirancang dan dikembangkan oleh pusdatin depkes namun SIMPEG tersebut tidak dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakan dalam pengelolaan tenaga kesehatan dan SIMPEG tidak lagi diginakan. Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis penyebab kegagalan penerapan aplikasi SIMPEG di Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong dengan menggunakan pendekatan metode HOT Fit Model. Faktor-faktor yang diteliti adalah pengguna sistem, tingkat pengguna sistem, pelatihan, pengetahuan, harapan dan sikap menerima atau menolak sistem, kepuasan pengguna, struktur organisasi, kebijakan pimpinan organisasi, dukungan staf organisasi, anggaran, mutu sistem, mutu informasi, dan data entry. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian Studi Kasus desain tunggal dengan metode kualitatif dan hasil yang diharapkan adalah eksplanasi penyebab kegagalan penerapan SIMPEG di Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong Hasil Penelitian : Ketidaksesuaian komponen Human dan Organization adalah mengenai manajemen sumber daya manusia tenaga kesehatan, ketidaksesuaian antara komponen Human dengan Technology adalah mengenai relevansi kualifikasi tenaga pengelola SIMPEG, relevansi penggunaan dan pemanfaatan sarana SIMPEG, ketidaksesuaian antara komponen Organization dengan Technology, adalah relevansi pleksibilitas program aplikasi, relevansi keamanan data SIMPEG, relevansi sarana penunjang berupa jaringan internet untuk sharing data kepegawaian dan relevansi kebutuhan pengguna dengan apa yang disediakan oleh pengembang dan perancang SIMPEG. Simpulan : Penyebab kegagalan penerapan SIMPEG di Kabupaten Rejang Lebong adalah karena kepedulian staf dan manajemen yang masih kurang, ketidaksesuaian prinsip penerapan teknologi informasi dengan kepentingan politis, ketidakrelevansian kualifikasi tenaga pengelola SIMPEG, ketidakrelevansian penggunaan dan pemanfaatan sarana SIMPEG, ketidakrelevansian pleksibilitas program aplikasi SIMPEG, dan ketidakrelevansian kebutuhan pengguna terhadap sistem dan informasi yang dihasilkan SIMPEG. Pemerintah daerah tidak memanfaatkan keluaran SIMPEG yang dikelola oleh dinas kesehatan sebagai dasar pengambilan kebijakan pengelolaan tenaga kesehatan.

Background: The Personnel Management Information System (PMIS) is a tool to manage health personnel by using information technology which has designed and developed by Pusdatin of Health Office. A study about implementation of the PMIS at Rejang Lebong Health office reported that this application has not been used for policy making about health personnel management. Objective: This study aimed to identify and analyze the factors which caused the failure in implementing the PMIS at Rejang Lebong Health Office by using HOT FIT Model. Those factors included system's user, level of system's user, training, knowledge, hope, user acceptance/rejection, user satisfaction, organization structure, executive policy, organization staff support, budget, quality of the system, quality of the information, and data entry. Method: This study was a qualitative with single case study design. The expected result was an explanation about the causes of failure in implementing the PMIS at Rejang Lebong Health Office. Results: A policy of health personnel management mentioned that the authority to manage was in the hand of local government. This caused various problems in health personnel management and effected user dissatisfaction to the PMIS application and its information as the output. In addition, the failure was also caused by irrelevancy of information needs between the Health Department, as the designer and developer, and the Health Office as the user. Conclusion: The causes of failure in implementing the PMIS at Rejang Lebong were management problem and irrelevancy between the user needs and the system design. Health personnel management was handled by local government and this effected to the user satisfaction, and utilization of the PMIS information.

Kata Kunci : Kegagalan, SIMPEG, HOT Fit Model,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.