Laporkan Masalah

EVALUASI ADVOKASI PENYELESAIAN KONFLIK SENGKETA TANAH (Studi Kasus Konflik Sengketa Tanah Petani Toili & PT Kurnia Luwuk Sejati di Kec.Toili Kab.Banggai Propinsi Sulawesi Tengah)

Andriany Badrah, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati,

2012 | Tesis | S2 Magister Perdamaian & Resolusi Konflik

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana advokasi yang dilakukan oleh Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah untuk penanganan konflik sengketa tanah antara petani Toili dan PT Kurnia Luwuk Sejati (PT KLS). Latar belakang dari penelitian ini adalah mengenai konflik sengketa tanah antara masyarakat petani Toili dengan PT KLS di kabupaten Banggai propinsi Sulawesi Tengah. Dimana PT KLS memiliki usaha perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Kasus sengketa tanah ini berawal setelah PT Berkat Hutan Pusaka (PT BHP) yang seluruh sahamnya dikuasai oleh PT KLS, melakukan konversi hutan ke perkebunan kelapa sawit. PT BHP merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha HTI. PT BHP sendiri adalah pemegang izin HTI seluas 13.400 Ha diwilayah Kec. Toili dan Toili Barat. PT BHP merupakan perusahaan patungan dari PT KLS. Konflik sengketa tanah terjadi ketika PT BHP dan PT KLS mulai melakukan aktivitas perkebunan kelapa sawit dan telah berlangsung lama. Upaya mediasi untuk penyelesaian konflik telah dilakukan oleh Badan Pengurus Desa (BPD), pemerintah kabupaten Banggai dan Komnas HAM. Upaya mediasi yang telah dilakukan belum memberikan hasil seperti yang diharapkan oleh petani maka petani Toili meminta bantuan kepada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Palu yang tergabung dalam Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) untuk melakukan pendampingan dalam upaya penyelesaian sengketa tanah yang diklaim sebagai lahan masyarakat petani Toili. Proses penyelesaian konflik sengketa tanah ini, lebih memilih menggunakan metode advokasi melalui litigasi dan non litigasi. Hingga saat ini proses advokasi sebagai pilihan penyelesaian konflik belum dapat menyelesaikan konflik bahkan konflik semakin berlarut-larut dan mengarah pada tindak kekerasan baik yang dilakukan oleh petani Toili dan PT KLS. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi yang merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan analisis dan jenis data kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisa masalah yang menjadi objek penelitian ini sebagai evaluasi terhadap proses advokasi, sehingga penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang advokasi dalam penyelesaian konflik sengketa tanah serta faktor-faktor yang melingkupi proses advokasi untuk mengetahui keberhasilan ataupun kegagalan advokasi yang kaitannya dengan upaya penyelesaian konflik sengketa tanah petani Toili dan PT KLS.

This thesis aims to determine the extent to which advocacy is conducted by Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) for the handling of conflict in Central Sulawesi land disputes between famers Toili and PT Kurnia Luwuk Sejati (PT KLS). The background of this research is about the conflict of land disputes between farming communities Toili with PT KLS in Banggai regency of Central Sulawesi province. Where PT KLS has a palm plantation business and Hutan Tanaman Industri (HTI). This land dispute started after PT Berkat Hutan Pustaka (PT BHP) is wholly owned by PT KLS, the conversion of forests into oil palm plantations. PT BHP is a company engaged in the business of HTI. PT BHP itself is the holder of an area of 13,400 ha HTI license district in the region. Toili and Toili West. PT BHP is a joint venture of PT KLS. Conflict land dispute occurred when PT and PT BHP KLS started doing oil palm plantation activities and has lasted a long time. Mediation for conflict resolution efforts have been made by the Badan Perwakilan Desa (BPD), Banggai regency government and National Human Rights Commission. Mediation efforts have been made yet deliver results as expected by the peasant farmers Toili then have recourse to some non-governmental organizations (NGOs) in Palu is incorporated in the Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) to provide guidance in an effort to dispute the claimed land as land Toili farming communities. Conflict resolution processes resolve the land dispute, preferring to use the method of advocacy through litigation and non litigation. Until now the process of advocacy as the choice of conflict resolution have not been able to resolve the conflict even more protracted conflict and lead to acts of violence whether committed by farmers Toili and PT KLS. This study uses the method of evaluation that is part of the decision making process, namely to compare an event, activity has been determined. This study uses qualitative analysis and data types. Qualitative research aims to describe and analyze problems that become the object of this study as an evaluation of the advocacy process, so this study can give an idea about advocacy in conflict resolution of land disputes and the factors surrounding the advocacy process to determine the success or failure of advocacy efforts related to resolving conflicts and land disputes Toili farmers PT KLS.

Kata Kunci : Konflik Sengketa Tanah, Petani Toili, PT KLS, FRAS Sulawesi Tengah, Advokasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.