PERUBAHAN KARAKTER KAWASAN STUDI KASUS KAWASAN SAGAN
Stephanie Evelyn, Dr. Ir. Budi Prayitno, M.Eng.
2011 | Tesis | S2 Desain Kawasan BinaanKawasan akan selalu berkembang baik secara alamiah maupun melalui proses perencanaan dan perancangan. Pada perkembangannya kebutuhan ekonomi mendesak adanya perubahan fungsi bangunan yang berdampak pada perubahan karakter kawasan. Kawasan Sagan berada di tengah kota Yogyakarta yang memiliki kekhasan yang mengalami perubahan fungsi, ada tiga lokasi yang berbeda yang diharapkan dapat diindikasikan adanya karakter berbeda yang dapat mewakili karakter keseluruhan kawasan Sagan yaitu Sagan Lama, Sagan Baru dan Kampung Sagan (Kampung Reksonegaran). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan karakter kawasan Sagan, mengetahui elemen penyebab perubahan karakter kawasan Sagan dan menyusun arahan desain dari faktor terkait untuk penataan kawasan Sagan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rasionalistik, untuk mendukung kelengkapan dalam memperoleh data digunakan metoda observasi lapangan dari data tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis yang didasarkan pada teori karakter kawasan. Variabel penelitian yang digunakan adalah Tata Guna Lahan (Landuse), Aktivitas Pendkung (Activity Support), Masa Bangunan (Building form and massing), Vegetasi (Vegetation ), Ruang Terbuka (Open Space), Sirkulasi dan Parkir (Circulation and Parking), Ruang Terbuka (Open Space), jalur pedestrian (pedestrian ways), dan penanda (signage). Kesimpulan yang akan diperoleh akan dijadikan sebagai acuan dalam arahan rancangan (guidelines). Temuan dilapangan menunjukan setiap kawasan memiliki karakter yang berbeda kawasan Sagan Lama masih mempertahankan kekhasan kawasan, Sagan Baru mulai mengalami perubahan secara perlahan dengan adanya penambahan bangunan, sedangkan kampung Sagan mulai kehilangan karakter kekhasannya. Berdasarkan hasil analisis data yang didapat dampak dari perubahan fungsi kawasan adalah adanya munculnya kebutuhan parkir dan perubahan bangunan yang dilihat dari elemen solid kawasan. Perubahan karakter kawasan Sagan Lama dipengaruhi oleh fungsi dan aktivitas, gubahan masa, ketinggian bangunan, setback bangunan, pagar, rekayasa fasad, skala ruang, vegetasi, parkir, dan signage. Perubahan Sagan Baru diperngaruhi oleh fungsi dan aktivitas, gubahan masa, ketinggian bangunan, setback bangunan, pagar, rekayasa fasad dan skala. Perubahan Kampung Sagan dipengaruhi oleh fungsi dan aktivitas, ketinggian bangunan, Koefisien Dasar Bangunan, skala ruang,lingkage. Rekomendasi desain yang diusulkan adalah mempertahankan elemenelemen yang menjadi ciri kawasan, memungkinkan adanya perubahan dengan membatasi perubahan sehingga tetap mempertahankan masing-masing karakter kawasan.
Areas or regions will continue develop either naturally or through the process of planning and design. In times, the urgent need for economic changes the function of buildings that have an impact on character changes of the area. Sagan area which is located in the middle of Yogyakarta has its own uniqueness that change in the function. There are three different location that are expected to indicate the existence of different characters that can represent the overall character of the Old Sagan area, New Sagan, kampong Sagan (Reksonegaran Village). The purposes of this study are to determine the character changes of Sagan area; know the elements which cause the character changing of the Sagan area and compile the design direction of the factors related to the arrangement of the Sagan area. The method used in this study is the rationalistic method to support the completeness in obtaining data through field observation method. These data then used to analyze based on the area characteristic theory. Research variables used were Land Use, Support Activity, Building Form and Massing, Vegetation, Open Space, Circulation and Parking, Open Space, Pedestrian paths, and Signage. The conclusion to obtain will be used as a reference in the guidelines. The findings in the field indicate that every area has a different distinct character. Old Sagan still maintains its regional distinctiveness, New Sagan began to change slowly with the addition of some buildings, while kampong Sagan start to lose its unique characteristic. Based on the analysis of data obtained from the impact of changes in the function, these areas are change into parking areas and the changes in the building as seen from the solid elements of the area. Changes in the area characteristic of Old Sagan are influenced by functions and activities, mass composition, building height, building setback, fences, facade engineering, space scale, vegetation, parking, and signage. Changes in the New Sagan area were influenced by function and activity, the composition, building height, building setback, fences, facade engineering, and scale. Changes in kampong Sagan influenced by function and activity, building height, Building Cost Ratio, room scale, linkage. Recommendations design is to preserve the elements that bring characterization to the area, allow for changes by limiting the changes so that each area maintains the character of the area itself.
Kata Kunci : Perubahan, Karakter kawasan, Fungsi