Laporkan Masalah

Pariwisata Indonesia dalam Menghadapi Peluang di Era Globalisasi (Studi Kasus: Desa Wisata Krebet Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul Provinsi DIY)

DESY NUR AINI FAJRI, Drs. Usmar Salam, MIS

2012 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Penelitian ini mencoba untuk mengetahui siapa saja aktor pengembangan Desa Wisata Krebet yang berperan dalam membangun jaringan internasional dan mengetahui mengapa Desa Wisata Krebet lebih sustain di bandingkan Desa Wisata Kerajinan lain seperti Bobung serta bagaimana mapping dan sinergi antar aktornya. Tujuan dari penelitian ini adalah mencoba untuk menjelaskan siapa saja aktor yang terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Krebet dan mengapa Krebet lebih sustain dalam menghadapi peluang globalisasi. Globalisasi mempunyai dua sisi yakni memberikan tantangan atau peluang. Dalam kasus ini, yang terpenting adalah bagaimana sebuah Desa Wisata dapat memanfaatkan peluang globalisasi sehingga dapat meningkatkan added value nya. Konsep Ekonomi Kreatif dapat diterapkan dalam pengembangan Krebet sehingga produk unggulannya dapat bersaing dan menembus pasar global. Maka, diperlukan keseimbangan antara permintaan and penawaran karena untuk memenuhi permintaaan pasar internasional (tourism demand) diperlukan pengemasan yang baik dalam penawaran (tourism supply). Tentunya dalam pengembangan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktor-aktor yang membangun jaringan global yakni pemerintah, pihak swasta dan masyarakat. James Elliot (2002: 3) dalam Tourism: Politics and Public Sector Management yang memberikan gambaran para aktor yang berperan dalam kebijakan pariwisata, bahwa pemerintah dapat menggandeng aktor non pemerintah untuk turut dalam pengembangan pariwisata. Maka, sinergi antar aktor mutlak dibutuhkan dalam pengembangan Desa Wisata. Local Government perlu menggandeng pihak lain yakni Asosiasi Pariwisata, Organisasi Masyarakat, NGO, Perbankan serta Perguruan Tinggi. Di ranah global terdapat United Nations World Tourism Organization (UNWTO) sebagai Organisasi Internasional yang menderegulasi industri jasa dan menghapus hambatan untuk pembangunan pariwisata. Ditambah lagi dengan kelembagaan Pariwisata Krebet yang baik, jaringan atau link yang luas serta kesiapan Paket Wisata Krebet. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan daya saing produk lokal untuk menembus pasar global.

This research try to explain the actors who have roles in developing Tourism Village in global networking and the reasons why Krebet Tourism Village is more sustainable than other Tourism Village like Bobung and also how its mapping and synergy. The purpose of this research is to know who the actors involved in Krebet and why it is more sustainable in utilizing globalization’s opportunity. Globalization has two sides that are challenges and opportunities. In this case, the important thing is that how a Tourism Village could be able to utilize the globalization’s opportunity so a Tourism Village can increase its added value. Economic creative concept could be implemented in Krebet development so its product may compete in global market. Therefore, it needs the balancing between demand and supply because to fulfill the international market (tourism demand) is quite needed good packages in tourism supply. It needs the actors involvement in building global networking that are the government, private’s roles and society. James Elliot (2002:3) in Tourism Politics and Public Sector Management gives the description of actor’s role in tourism policy. It concludes that the actor’s synergy is quite needed in Tourism Village development. The Local Government needs the other actors that are Tourism Association, Local Organization, Non Governmental Organization, Banking and University’s roles. In global area, there is United Nations World Tourism Organization (UNWTO) as International Organization that regulates service industry and eliminates the barriers for tourism development. Besides, there are a good synergy in the tourism organization of Krebet, networking and also Krebet Tourism Package. Those of all could develop added value of local products in the global market.

Kata Kunci : Globalisasi, added value, mapping, ekonomi kreatif, sinergi, tourism supply, tourism demand, Organisasi Internasional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.