EKSISTENSI KOMPILASI HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBAGIAN WARISAN PADA MASYARAKAT ADAT PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU
YUSHADENI, Yulkarnaen Harahap, S.H., M.Si.,
2011 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian dengan judul Eksistensi Kompilasi Hukum Islam Terhadap Pembagian Warisan pada masyarakat Adat Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kewarisan pada masyarakat adat pangean, bagaimana peran tokoh adat dan tokoh agama dalam pelaksanaan pembagian warisan di Pangean, dan bagaimana eksistensi Kompilasi Hukum Islam terhadap pembagian warisan pada masyarakat adat Pangean. Penelitian ini merupakan suatu penelitian yuridis empiris, yaitu penelitian yang menitikberatkan pada data penelitian lapangan (field research) guna mendapatkan data primer. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probably sampling, yaitu tiap individu mempunyai kemungkinan untuk dipilih sebagai sampel dengan cara random sampling dengan subjek penelitian yang diambil sebanyak 100 responden dan tiga belas narasumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis secara kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian membuktikan bahwa: pertama, pelaksanaan pembagian warisan pada masyarakat adat Pangean yaitu; dalam penentuan harta waris yang dibagikan kepada ahli waris yaitu hanya harta pencarian, ahli waris yang tidak terhalang oleh siapapun yaitu isteri dan anak-anak dari pewaris, pembagian warisan belum menerapkan konsep 2:1, serta pembagian harta warisan dilakukan dengan cara musyawarah di kalangan ahli waris yang didampingi oleh tokoh masyarakat setempat yang dianggap paham tentang hukum waris. Kedua, dalam pembagian warisan pada masyarakat Pangean peran tokoh adat (ninik mamak) sangat penting dalam memberikan petuah-petuah, nasihat, sebagai penengah, begitu juga dalam penyelesaian sengketa warisan (penghulu adat), hal ini bertujuan agar masing-masing pihak merasa tenang dengan hasil keputusan. Ketiga, keberadaan hukum Islam telah dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat Pangean walaupun belum maksimal dalam hal penentuan harta waris, penentuan ahli waris, penentuan bagian ahli waris (tidak menggunakan prinsip pembagian 2:1), sedangkan dalam hal proses pengalihan harta warisan yang dilakukan dengan musyawarah sudah sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam.
The research entitled Existence of Compilation of Islamic Law on the Distribution of Inheritance in Traditional society in Pangean Kuantan Singingi Riau purposes to determine the implementation of inheritance in Pangean Traditional society the role of traditional leaders and religious figures in the implementation of inheritance in Pangean, and the existence of Compilation of Islamic Law to the distribution of inheritance in Traditional society in Pangean. This research is an empirical legal research, ie the research that focuses on the data field research in order to obtain primary data. While the secondary data obtained through library research. Sampling was done by using Probably sampling, that every individual has the possibility to be selected as a sample by random sampling with subjects taken by 100 respondents and thirteen informants. Data analysis techniques used in this study is a qualitative analysis with a descriptive analytical method. The research shows that: the first, the implementation of the distribution of inheritance in Pangean namely; the determination of inheritance, the heirs who take precedence is wife and children of the heir, the distribution of inheritance has not applied the concept of 2:1, and distribution of inheritance is done by consensus among the heirs who was accompanied by local society leaders who considered the notion of inheritance law. The second, in the distribution of inheritance in Pangean society on the role of traditional leaders (ninik mamak) is essential in providing advice, counsel, as mediator, as well as in the inheritance dispute resolution (penghulu adat), it is intended that everyone feels calm with result of the decision. The third, the existence of Islamic law has been accepted by most Pangean people although that is not optimal in the determination of inheritance, in terms of determining the heirs (that is not using the principle of distribution of 2:1), the determination of heirs, whereas in the process to transfer of property and the implementation of the distribution of inherited property is according to the Compilation of Islamic Law.
Kata Kunci : Pembagian warisan, Kompilasi Hukum Islam, Masyarakat Pangean