AKSESIBILITAS MASYARAKAT MISKIN PADA PELAYANAN PROGRAM JAMKESDA DI KECAMATAN BANAWA KABUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH
Mohammad Subhan, Dr. Ambar Widaningrum, MA
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikMasalah kesehatan khususnya bagi masyarakat miskin dari tahun ke tahun bertambah pelik, hal ini tentunya disebabkan oleh dari beberapa faktor diantaranya biaya yang terus meningkat dan tidak diikuti dengan kemampuan ekonomi masyarakat kemudian jumlah penduduk miskin cukup besar sehingga biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menanggung biaya kesehatan membutuhkan anggaran yang juga cukup besar. Dalam penanganannya pemerintah juga telah membuat program kesehatan yaitu program Jamkesmas yang diperuntukan bagi masyarakat miskin namun sering dengan perjalannnya program ini belum mampu mencakup seluruh masyarakat miskin maka pada tahun 2004 lahir undang-undang 40 tentang SJSN yang melahirkan program Jaminan Kesehatan Daerah yang dilaksanakan oleh daerah dan salah satu daerah yang melaksanakan program Jamkesda yaitu pemerintah Kabupaten Donggala dengan harapan untuk aksesibilitas masyarakat miskin di Kabupaten Donggala yang tidak termasuk dalam pada pelayanan kesehatan gratis. Melihat fenomena tersebut, untuk itu penulis tertarik untuk meneliti aksesibilitas masyarakat miskin pada program Jamkesda di Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan survey dan analisa data kualitatif. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Banawa pengguna Jamkesda di Puskesmas Donggala. Indikator yang digunakan untuk mengukur aksesibilitas masyarakat miskin yaitu pelaksanaan program Jamkesda dan Akses geografis, akses ekonomi, akses sosial serta akses organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program jamkesda masih ditemukan sejumlah persoalan seperti pendataan secara valid dalam aspek kepersertaan masyarakat miskin belum tuntas. kemudian persoalan sosialisasi program yang tidak pernah dilakukan oleh pihak yang berwenang maupun persoalan pendataan yang kurang lengkap, tidak adanya kartu pengguna Jamkesda seperti kartu Jamkesmas dan tentunya dikarenakan pendanaan yang kurang memadai. Hal ini berdampak pada aksesibilitas masyarakat miskin di kecamatan banawa sebagai pengguna Jamkesda yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan Untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat miskin disarankan agar adanya perubahan alur pelayanan kesehatan yang bisa mempermudah masyarakat miskin untuk memanfaatkan program Jamkesda, dan perlunya petunjuk pelaksanaan secara detail program Jamkesda khususnya dalam hal pembayaran klaim ke pihak PT Askes (persero) serta peningkatan pendanaan untuk program Jamkesda.
Health problems especially for the poor from one year to grow complicated, it is certainly caused by several factors including the increasing costs and not followed by economic ability and the number of poor is large enough so that the costs incurred by the government to bear the cost of health requires budget is also quite large. In handling the government have also made the program Jamkesmas health programs that are intended for the poor but often with perjalannnya this program has not been able to cover all the poor people born in 2004 legislation that gave birth to 40 of the Social Security System Local Health Insurance program is implemented by local and one area that the government implement the program Jamkesda Donggala the hope for the poor accessibility in Donggala not included in the free health care. Looking at the phenomenon, to the authors are interested in examining the accessibility of the poor in the program in the District Banawa Jamkesda Donggala. This study is a descriptive study using survey and analysis of qualitative data. While the population in this study is Banawa district community health center users Jamkesda in Donggala. Indicators used to measure the accessibility of the poor implementation of the program Jamkesda and geographic access, economic access, social access and organizational access. Data were collected through interviews, observation, questionnaires and documentation. The results showed that the implementation of the program Jamkesda still found a number of issues such as data collection is valid in poor kepersertaan aspects unfinished. then the issue of socialization program that was never done by the authorities or incomplete data collection issues, the absence of such Jamkesda user card Jamkesmas cards and of course due to inadequate funding. This has an impact on the accessibility of the poor in Banawa district as Jamkesda users who want to get health services To increase the accessibility of the poor is suggested that a change in the flow of health services that could facilitate the poor to take advantage of Jamkesda program, and the necessity of a detailed implementation guidelines Jamkesda programs especially in terms of payment claims to the PT Askes (persero) as well as increased funding for programs Jamkesda.
Kata Kunci : aksesibilitas, masyarakat miskin, program Jamkesda.