Perilaku Memilih Warga Nagari Lumpo Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat pada Pemilu Legislatif Tahun 2009
Zoni Eldo, Abdul Gaffar Karim, SIP., MA.
2011 | Tesis | S2 Politik dan PemerintahanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi keputusan memilih warga Nagari Lumpo pada pemilu legislatif tahun 2009, menarik untuk diteliti bahwa, menjelang pemilu dilaksanakan muncul berbagai macam isu dan gejolak politik di Nagari Lumpo. Salah satunya, pencalonan ketiga kalinya tokoh politik terpercaya mereka untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan. Kemudian, dengan karakteristik masyarakat Nagari Lumpo yang diketahui memiliki tingkat pendidikan rendah dan juga mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, apakah karakter yang demikian mengakibat masyarakat tidak memilih sesuai hati nurani mereka. Berdasarkan latar belakang sebagaimana penjelasan diatas maka ditentukanlah rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, Apakah Faktor Orientasi Kandidat dan Faktor Endorsement (dukungan) memiliki pengaruh terhadap perilaku memilih warga Nagari Lumpo dalam Pemilihan Umum Legislatif tahun 2009 di Kabupaten Pesisir Selatan? Teori-teori yang digunakan untuk menjawab pertanyaan diatas adalah pertama, perilaku memilih, faktor-faktor apa yang mempengaruhi perilaku memilih dan tentunya dilengkapi dengan teori Psikologis yang menjadi teori utama dari faktor Orientasi Kandidat dan juga teori Behavioral Decision Theory (BDT) sebagai teori utama dari faktor Endorsement (dukungan). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, adapun bentuk dari metode deskriptif yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah survei. Sumber data penelitian berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: kusioner (angket), wawancara, dan studi dokumentasi. Unit analisis dalam penelitian ini adalah para pemilih pada Pemilihan Umum Legislatif 2009 di Nagari Lumpo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah multi stage random sampling. Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini sebanyak 385 orang. Dalam penelitian ini, teknik analisis kuantitatif yang digunakan adalah metode Uji Chi Square, Korelasi Ganda, dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian, menunjukan bahwa dalam Pemilihan Umum Legislatif 2009 di Nagari Lumpo, terdapat pengaruh yang signifikan (nyata) dari faktor orientasi kandidat dan faktor endorsement (dukungan) terhadap perilaku memilih warga Nagari Lumpo. Hal ini didasarkan pada pengujian korelasi parsial antara orientasi kandidat dan endorsement dengan perilaku memilih. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa variabel orientasi kandidat memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,336 dengan signifikansi sebesar 0,000. Sedangkan variabel endorsement memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,249 dengan signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan pada perbandingan nilai koefisien korelasi dan signifikansinya tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa variabel orientasi kandidat relatif lebih dominan dalam mempengaruhi perilaku memilih. Hal ini didasarkan nilai koefisien korelasi variabel orientasi kandidat ini lebih besar dibandingkan dengan variabel endorsement. Hasil tersebut juga didukung oleh pengujian regresi linear berganda, dimana diketahui nilai R square sebesar 0,128. Artinya variasi perilaku memilih responden dalam pemilu legislatif dapat dijelaskan oleh variasi pada orientasi kandidat dan endorsement sebesar 12,8%. Sedangkan sisanya sebesar 87,2% dijelaskan oleh faktor-faktor selain orientasi kandidat dan endorsement (dukungan).
This study aims to determine what factors influence the voting decision of Nagari Lumpo citizens in legislative elections 2009. It is interesting to observed that, before the election held, it appears a wide range of issues and political turmoil in Nagari Lumpo. One of them is the third time nomination for their trusted political leaders as Parliament members of South Coastal District. Then, considering the community characteristics of Nagari Lumpo which well-known with their low level of education background and also the majority work as farmers, then, how such character will cause the people not to vote according to their conscience. Based on the background as described above it then made a problem formulation as in this study on whether the orientation factor and the Candidate Endorsement factor (support) will influence on voting behavior Nagari Lumpo communities in the 2009 Legislative Election in the South Coastal District? The used theories in answering the question above is the first, voting behavior, on factors that influence voting behavior, and of course, equipped with a psychological theory that the main theory of the orientation factor candidates and also the theory of Behavioral Decision Theory (BDT) as the main theory of Endorsement factors (support). This research uses descriptive method in form of descriptive research method used in this study is a survey. Source of research data derived from primary data and secondary data. Techniques of data collection done by: kusioner (questionnaire), interview, and study documentation. The unit of analysis is the electorate in the Legislative Election 2009 in Nagari Lumpo. The sampling technique used is a multi-stage random sampling. Respondents were sampled in this study as many as 385 people. In this study, quantitative analytical technique used is the method of Chi Square Test, Multiple Correlation and Multiple Linear Regression. The results showed that, Legislative Election 2009 in Nagari Lumpo, there was a significant influence (real) of the candidate orientation and endorsement (support) factors toward voting behavior of Nagari Lumpo citizens. It was based on testing the partial correlation between the candidates orientation and endorsements with voting behavior. The results of correlation test showed that candidate orientation variable has correlation coefficient of 0.336 by significance of 0.000. While the endorsement variable has correlation coefficient of 0.249 by significance of 0.000. Comparing both correlation coefficient and significance, it could be concluded that candidates orientation variable is relatively more dominant in influencing the voting behavior. Since based on the orientation value of the candidate variable correlation coefficient is larger compared to endorsements variable . These results were also supported by multiple linear regression testing, where the known value of R square of 0.128. It means that variations in voting behavior of respondents in the legislative elections can be explained by variations in the orientation of the candidates and endorsements by 12.8%. While the rest of 87.2% is explained by factors other than the candidate orientation and endorsement (support).
Kata Kunci : Pemilu Legislatif, Kandidat, Perilaku Memilih