PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR DAERAH IRIGASI WADUK BATUJAI KABUPATEN LOMBOK TENGAH UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PADI
Wardatul Jannah, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc.,
2012 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganDaerah penelitian adalah Waduk Batujai yang terdapat di Kabupaten Lombok Tengah dan memiliki delapan daerah irigasi dan luas lahan pertanian yang diairi ±8000 Ha tersebar di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Praya Barat, Kecamatan Praya Barat Daya dan Kecamatan Jonggat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi seberapa besar ketersedian sumberdaya air yang ada di daerah irigasi Waduk Batujai, (2) Menentukan jumlah kebutuhan air untuk tanaman padi di daerah irigasi Waduk Batujai, (3) Mengkaji bagaimana pola pertanian tanaman padi di daerah irigasi Waduk Batujai, (4) Menganalisa bagaimana cara optimalisasi produksi padi di daerah irigasi Waduk Batujai. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang pengumpulan datanya dilakukan dengan dua cara yaitu: survei instansional dan survei lapangan. Perhitungan ketersediaan air menggunakan data run off yang dihasilkan dari perhitungan dengan menggunakan metode Thoronthwaite-Mether dan data debit yang di dapatkan dari kantor pengamatan air waduk Batujai. Sedangkan untuk menentukan kebutuhan air pertanian digunakan tiga pendekatan rumus yaitu kebutuhan air konsumtif (CWR), kebutuhan air di petak sawah (FWR) dan kebutuhan air di daerah pengairan (PWR). Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan air daerah irigasi Waduk Batujai berdasarkan metode Thronthwaite-Mather diperoleh hasil total air waduk dalam satu tahun yaitu 64.734.620 m 3 . Sedangkan hasil perhitungan menggunakan data sekunder total air waduk dalam satu tahun sebesar 18.796.203 m 3 . Untuk CWR tanaman padi musim tanam I lebih besar dari pada musim tanam II dan palawija pada musim tanam III. FWR yang nilainya negatif berarti sawah pada bulan-bulan yang nilai kebutuhannya negatif kebutuhan air petak sawahnya sudah cukup. Sedangkan PWR dari delapan desa daerah irigasi Labulia memiliki kebutuhan air paling tinggi karena memiliki areal sawah paling luas yang air irigasinya berasal dari Waduk Batujai. Selain itu, kebutuhan air irigasi daerah oncoran didapatkan bahwa nilai kebutuhan air irigasi pada musim tanam II lebih besar dari pada musim tanam I dimana hujan efektif pada bulan-bulan untuk musim tanam I sangat besar karena hujan efektif juga mempengaruhi kebutuhan air irigasi suatu tanaman. Dan musim tanam III (palawija), kebutuhan air irigasinya lebih kecil dari musim tanam yang lain karena tanaman palawija tidak membutuhkan banyak air. Perimbangan antara ketersediaan air waduk baik yang menggunakan metode Thronthwaite-Mather maupun metode sekunder dengan kebutuhan air irigasi, kelebihan air lebih banyak dibandingkan dengan kekurangan air, ini berarti bahwa pola tanam padi – padi – palawija untuk daerah penelitian masih bisa diterapkan dan untuk mendapatkan hasil produksi padi yang tinggi maka pola tanam harus disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada.
Dam Batujai in Central Lombok Regency is the locus of study. The dam provides service to eight irrigation zones, encompassing ±8000ha farm area that extends over three districts’ administrative area, being the District of West Praya, the District of Southwest Praya, and the District of Jonggat. This research aims at: 1) identifying the amount of water available in Dam Batujai; 2) calculating the amount of waterrequired for farming in Dam Batujai’s irrigation zones; 3) describing the current cropping pattern practices in the Dam Batujai’s irrigation zones; and 4) constructing alternatives of optimising rice production in Dam Batujai’s irrigation zones. This research collects data through institutional survey and fieldwork, which then analysed quantitatively using some calculating formulas and descriptively using graphs and tables. Discharge calculated through Thronthwaite-Mather method as well as discharge data provided by Dam Batujai’s observation officeismeasure of water availability. The amount of water required for farming is determined through calculation using three calculating formulas, being: 1) crop water requirement (CWR); 2) farm water requirement (FWR); and 3) project water requirement (PWR). Using Thronthwaite-Mather method, the amount of water available in Dam Batujai in a year period is revealed to be 64,734,620m 3 , whereas calculation based on inflow-outflow analysis from discharge dataissued byDam Batujai’s observation office presents 18,796,203m 3 of water to be available in a year. CWR calculation finds the amount of water necessitated for rice in cropping period I is bigger than that necessitated for rice in cropping period II and for palawija(corns, cassavas, beans) in cropping period III. The negative value of FWR denotes the existence of sufficient water supply in farm. PWR calculation disclosesthat Labulia irrigation zone is area with the most demand of water. This coexists with the presence of largest farm area in Labulia. The amount of water required for irrigation in cropping period II is more than that in cropping period I even though the commodity to plant is similar, as high precipitation in cropping period I results in natural provision of water for irrigation. Cropping period III does not demand much water as palawija(corns, cassavas, beans) requires small amount of water. The presence of balance between water supply (amount being available) and water demand(amount being required for irrigation) as well as the presence of more water surplus period than deficit period suggests that the current cropping pattern of rice-ricepalawija( corns, cassavas, beans) in cropping period I, II, and III, respectively, is worth sustaining. In order to increase productivity, cropping pattern should correspond to the amount of water available.
Kata Kunci : Waduk Batujai, Thronthwaite-Mather, CWR, FWR, PWR, Kebutuhan air, Ketersediaan Air