Laporkan Masalah

ANALISIS DAMPAK EKSPLOITASI MIGAS TERHADAP PERUBAHAN KEBIJAKAN TATA RUANG KABUPATEN BOJONEGORO

Agus Setyawanto,Drs., Dr. Ely Susanto, MBA.,

2011 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini berlatar belakang empiris bahwa Perkembangan eksplorasi dan eksploitasi migas yang dilakukan pihak Exxon Mobile maupun Petro China di Kabupaten Bojonegoro menjadi faktor mendasar pada persoalan perubahan penataan dan pemanfaatan ruang kawasan. Besarnya kandungan potensi migas menjadi daya tarik pemicu perubahan kebutuhan ruang lebih banyak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mendukung perkembangan ekonomi di Bojonegoro. Melalui kebijakan “on going” yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro antara lain dalam bentuk pemberian ijin lahan kawasan eksploitasi migas kepada Exxon Mobile maupun Petro China sehingga berdampak pada perubahan tata ruang diluar Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Bojonegoro. Fokus analisis didalam penelitian ini, diarahkan pada: a) Gambaran umum pertambangan migas dan kronologis perubahan tata ruang; b) Berbagai dampak kegiatan eksplotasi migas terhadap perubahan tata ruang kawasan, meliputi berubahnya struktur peruntukkan pemanfaatan ruang lahan; timbulnya konflik kepentingan pemanfaatan lahan kawasan, kelangsungan lingkungan hidup dan kemandirian peranserta masyarakat mengelola lingkungan; c) faktor-faktor pendorong dari kepentingan kegiatan migas sebagai penyebab perubahan kebijakan tata ruang kawasan. Dari kedua aspek tersebut kemudian disusun alternatif kebijakan dalam menentukan perubahan kebijakan Tata Ruang kawasan di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan hasil perhitungan kalkulasi serta peran serta aktif masyarakat dan kelangsungan lingkungan hidup, maupun hasil uji analisis melalui metode Franklin, maka alternatif kebijakan perubahan tata ruang serta peran serta aktif masyarakat dan kelangsungan lingkungan hidup terpilih menjadi alternatif kebijakan terbaik didalam melakukan perubahan tata ruang Kabupaten Bojonegoro diwaktu mendatang.

This study empirical background that exploration and exploitation of oil and gas development conducted Exxon Mobile and Petro China in Bojonegoro become a fundamental factor in the problem structuring and changes in the region of space utilization. The amount of oil and gas content of an attraction potential drivers of change needs more space Bojonegoro Government committed to supporting economic development in Bojonegoro. Through a policy of \"on going\" by the Government Bojonegoro among others in the form of of granting permission to land area Exxon Mobile oil and gas exploitation and Petro China so the impact on zoning changes outside of the Spatial Planning and Regional (Spatial) Bojonegoro. The focus of analysis in this study, aimed at: a) a general description of mining oil and gas and chronological changes in zoning; b) The various impacts of oil and gas exploitation activities against the spatial changes in the region, including the changing structure of the designated land use of space; of conflict of interest area of land use, environmental sustainability and independence of community participation in managing the environment; c) factors - driving factors of oil and gas activities of interest as a cause of changes in regional spatial policy. From these two aspects are then arranged in determining the policy alternative policy changes Spatial area in Bojonegoro. Based on the results of calculation and the calculation of active community participation and environmental sustainability, as well as test results of the analysis through the method of Franklin, then the spatial change of policy alternatives as well as active participation of community and environmental sustainability was chosen to be the best policy alternatives in making changes at a time when spatial Bojonegoro upcoming.

Kata Kunci : Eksploitasi, Migas, Perubahan, RTRW


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.