POLA JARINGAN KOMUNIKASI PADA KELOMPOK TANI : ANALISIS JARINGAN PADA KELOMPOK TANI WIRESINGE, KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN
Eka Putri Paramita, Dr. Phil. Ana Nadya Abrar, M.E.S.,
2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu KomunikasiKomunikasi merupakan suatu proses yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan berkelompok, khususnya kelompok tani. Banyak program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah berbasis adopsi inovasi yang sangat mengandalkan pendekatan kelompok. sehingga menjadi penting untuk mengetahui mengenai pola komunikasi yang terbentuk dalam suatu kelompok tani. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pola jaringan komunikasi dan memberikan gambaran secara sosiogram kegiatan komunikasi untuk mencari dan membagi informasi khususnya mengenai pupuk baik antara anggota kelompok tani maupun anggota kelompok tani dengan sumber informasi lainnya dalam lingkup Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis jaringan komunikasi yang memungkinkan untuk mengetahui pola jaringan komunikasi yang terbentuk pada proses komunikasi dalam kelompok tani Wiresinge. Dan alat analisis yang digunakan adalah analisis jaringan komunikasi dengan menggunakan ucinet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran informasi tentang pupuk pada kelompok tani Wiresinge dilakukan melalui jaringan komunikasi di tingkat kelompok. Dari hasil analisis diketahui ada 17 orang yang menjadi sumber informasi. Pola jaringan komunikasi yang terbentuk dalam proses mencari informasi dalam kelompok adalah pola roda. Demikian pula halnya ketika anggota kelompok membagi informasi jaringan penyebarannya mengikuti tipologi jaringan roda melalui peran-peran penting dalam jaringan komunikasi seperti bridge, liaision, isolate dan opinion leader. Peran- peran ini dipilih oleh para anggota kelompok tani dengan memandang status sosial, pendidikan, pekerjaan, usia dan jenis kelamin. Dalam proses mencari dan membagi informasi pada kelompok tani wiresinge yang menjadi opinion leader adalah seorang yang menjabat sebagai ketua kelompok yang sekaligus seorang ustadz. Ketua kelompok dianggap sebagai seseorang yang banyak memiliki informasi serta dapat dipercaya. Sehingga dalam setiap pola komunikasi ketua kelompok menjadi pusat daripada jaringan.
Communication is a process that is unavoidable in life of the groups, especially farmers. Many development programs conducted by the government adoption of innovation-based approach that relies heavily on the group. so it becomes important to know about the communication patterns are formed in a farmer group. This study aims to describe patterns of communication network and a sociogram to give an overview of communication activities in seeking and sharing fertilizer related information among members of farmer group or members of farmer group with other information sources within the Batukuta village, Narmada sub-district, West Lombok. The study used a combination of quantitative and qualitative Methods. Analysis used is the communication network analysis which allows to determine the pattern of communication networks that are formed in the communication process within Wiresinge farmer group. The UCInet package was used to analyse communication networks typology. The results showed that the dissemination of information about fertilizers in Wiresinge farmers' group done through the communication network at the group level. From the analysis there were 17 people known to be a source of information. Patterns of communication networks that are formed in the process of searching for information in the group is wheel typology. Similarly, when group members share information distribution network following the typology of the wheels, through a network of important roles in communication networks such as bridges, liaison, isolate and opinion leaders. These roles were chosen by the members of farmer groups with regard to social status, education, occupation, age and gender. In the process of finding and sharing information in Wiresinge farmers' group the opinion leaders are the one who serves as chairman of that group as well as a religious leader. Chairman of the group is considered as someone who has lots of information and can be trusted. Thus, in every communication pattern group leaders are always at the center of the network.
Kata Kunci : Jaringan komunikasi, menerima informasi, membagi informasi