Laporkan Masalah

KINERJA BIDANG PENGAWASAN DAN PENGADUAN PERIZINAN DINAS PERIZINAN KOTA YOGYAKARTA DALAM PERIZINAN IMBB ( IZIN MEMBANGUN BANGUN-BANGUNAN) TAHUN 2009-2011

ISNIYARTI WURI PUTRANTI, Dr. Ambar Widaningrum, MA.

2012 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini membahas kinerja Bidang Pengawasan dan Pengaduan Perizinan Dinas Perizinan Kota Yogyakarta dalam Perizinan IMBB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Bidang tersebut dalam perizinan IMBB pada tahun 2009-2011 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi terlibat dan analisis dokumen. Kinerja Bidang Pengawasan dan Pengaduan Perizinan dapat dilihat dari indikator produktifitas, akuntabilitas, responsibilitas, responsifitas dan keadilan. Berdasarkan sejumlah indikator tersebut disimpulkan bahwa kinerja Bidang dalam perizinan IMBB belum optimal. Dari sisi efisiensi, produktifitas pengawasan pada tahun 2009-2011 belum optimal, hanya mampu melaksanakan pengawasan rata-rata sebesar 30,82 % dari total IMBB terbit pertahun dengan tingkat penyimpangan rata-rata 23,82%. Efektivitas pengawasan dalam memberdayakan masyarakat sudah optimal namun demikian ketidaktepatan teknik pengambilan objek pengawasan yang berimplikasi pada ketidaktepatan waktu pengawasan, belum adanya standar pengawasan, lemahnya monitoring dan evaluasi, mekanisme koordinasi bottom up dalam menindaklanjuti temuan bangunan yang membahayakan dan lemahnya sanksi terhadap pelanggaran mengakibatkan kinerja tidak optimal. Sedangkan produktifitas pengelolaan pengaduan dari sisi efisiensi sudah optimal karena telah mencapai target respon 100% namun dari efektifitas pengelolaan pengaduan belum optimal karena belum menggunakan indikator kepuasan pengadu dan terselesaikannya masalah sebagai ukuran kinerja. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kinerja Bidang adalah struktur organisasi yang meliputi kewenangan diskresi, budaya paternalisme, sumber daya manusia dan finansial. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah mengevaluasi sistem pengawasan dan pengaduan dengan meningkatkan beberapa hal antara lain : optimalisasi Tim Operasional Pengawasan, membangun komunikasi dengan masyarakat yang akan mendirikan bangunan, penegakan sanksi demi keadilan dan memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran, mekanisme koordinasi topdown untuk menindaklanjuti temuan bangunan yang membahayakan, meningkatkan alat ukur kinerja dari target respon menjadi tingkat kepuasan pengadu dan terselesaikannya aduan, menerapkan one stop service dalam pelayanan pengaduan, mengoptimalkan monitoring dan evaluasi dengan perbaikan pengelolaan sistem pendataan dan inventarisasi permasalahan pengawasan dan pengaduan.

This study discusses the performance of Supervision and License Complaint Department , Licensing Department of Yogyakarta, at Licensing IMBB . The purpose of this study was to determine the performance of this field at IMBB licensing in 2009-2011, and the factors that influence it. The research method used is qualitative research. Data was obtained by using the intensive interviews, involved observation and document analysis. Performance of Supervision and License Complaint department can be seen from the indicators of productivity, accountability, responsibility, responsiveness and fairness. According to the indicators, it is concluded that the performance of IMBB licensing is not optimal. In terms of efficiency, productivity, supervision in the year 2009-2011 is not optimal, it is only able to supervise an average of 30.82% of total IMBB annually published with an average deviation rate 23.82%. The effectiveness of supervision in the community empower is already optimal but inaccuracies in object supervising technique which implies the inaccuracies in supervision time, the lack of work instructions on field checking supervision, weak monitoring and evaluation, bottom-up coordination mechanism to follow up the findings of dangerous buildings and weak penalty to the violation, resulting in poor performance . Meanwhile, the productivity of the management of complaints from the side of efficiency is optimal because it has reached the target response of 100%. However, from the side of complaint management effectiveness, it is considered to be poor because indicator of satisfactory and the number of finished complaints are not applied. While the factors that affect the performance is the organizational structure which includes the authority discretion, the culture of paternalism, human and financial resources. Recommendation based on the results of this research is to evaluate the monitoring and complaint system by improving a few points, such as: optimization of Operational Supervising Team, establish communication with the community who will build the buildings, penalty enforcement for the sake of justice and giving a shock therapy for violators, top-down coordination mechanisms to follow up the findings of dangerous buildings, improvement of performance measurement from target of response to target of satisfaction and completion, applying one-stop service , optimizing monitoring and evaluation by improvement of management data system and inventory supervising problems and complaints.

Kata Kunci : kinerja, pengawasan, pengaduan, wewenang diskresi, budaya paternalisme, SDM, dan finansial.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.