INDIKATOR-INDIKATOR PENDAPATAN DAN BELANJA PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA (MODIFIKASI MODEL PENGUKURAN DOAMEKPOR)
MUHAMMAD IQBAL, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA
2012 | Tesis | S2 Ilmu AkuntansiTujuan penelitian ini adalah untuk menguji model pengukuran Doamekpor yang dimodifikasi dalam menjelaskan pendapatan dan belanja pemerintah daerah di Indonesia. Penelitian sebelumnya yang dilakukan Domekpor telah menunjukkan beberapa indikator yang menjelaskan pendapatan dan belanja pemerintah daerah di Amerika Serikat dengan menggunakan model pengukuran. Sejalan dengan penelitian Doamekpor, tiga konstruk digunakan dalam penelitian ini, yaitu Pendapatan Umum dan Belanja Umum (PUBU), Pendapatan dan Belanja Yang Tidak Dapat Dikontrol (UNC), dan Pendapatan dan Belanja Lain-lain (PBL). Sampel penelitian adalah 65 kabupaten/kota di Indonesia. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan hal yang berbeda dengan penelitian Doamekpor. Beberapa indicator yang valid dan reliabel menjelaskan ketiga konstruk yang dihipotesiskan antara lain M1, M2, real time, transfer, dan pembiayaan. Namun, saat uji korelasi dengan data aktual pendapatan dan belanja pemerintah daerah, hanya transfer dan pembiayaan yang berkorelasi signifikan dengan data aktual pendatapan dan belanja pemerintah daerah.
The purpose of this study is to test Doemekpor’s measurement model that has been modified in order to clarify the revenue and expenditure of local government in Indonesia. Domekpor’s preveious research shows some indicators that explain the revenue and expenditure of local government in United State by using measurement model. In accordance with Doamekpor’s research, three construct have been used; they are General Revenue and General Expenditure (GRGE), Uncontrollable Revenue and Expenditure (UNC), and Miscellaneous Revenue and Expenditure (MISRE). Research sampel are 65 provinces/cities in Indonesia. Testing is conducted by using Partial Least Square (PLS). Research result shows different output with the Doamekpor’s research. Some valid and reliable indicators explain the three hypothezed construct include M1, M2, real time, transfer, and financing. However, when the correlation test with actual data of revenue and expenditure of local government done, only transfer and financing are correlated significantly with actual data of revenue and expenditure of local government.
Kata Kunci : model pengukuran, pendapatan daerah, belanja daerah, PLS