Laporkan Masalah

COLLABORATIVE MANAGEMENT OF MANGROVE REHABILITATION IN THE NORTH COAST OF SEMARANG CITY, CENTRAL JAVA

RENNISCA RAY DAMANTI, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A.,Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Penelitian ini memperhatikan masalah lingkungan yang dihadapi di Indonesia dan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini fokus kepada pada tiga proyek rehabilitasi mangrove di tiga desa di wilayah pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, dan menilai proses dan hasil dari kasus-kasus tersebut dari perspektif collaborative management. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang menggunakan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif. Praktek lapang dilaksanakan pada bulan Mei dan Juli 2010. Studi ini menemukan bahwa proyek rehabilitasi mangrove di tiga kasus dilaksanakan berdasarkan pendekatan co-management, melibatkan stakeholder yang berbeda dengan derajat peran dan kontribusi yang berbeda pula. Semua kasus menghadapi masalah lingkungan yang sama, yaitu degradasi hutan mangrove, polusi air, dan erosi pantai dan masing-masing kasus menginisiasi rehabilitasi mangrove untuk memecahkan masalahnya dengan dejarat perspektif co-management yang berbeda sehingga menghasilkan hasil yang berbeda. Penelitian ini menghasilkan bahwa kinerja atau hasil proyek di tiga kasus menunjukkan tingkat kesuksesan yang berbeda. Analisis hasil T Score dan penilaian kualitas co-management dari 5 kriteria, termasuk: 1) tanggung jawab bersama; 2) kepercayaan antar stakeholder; 3) komitmen; 4) proses keputusan keputusan; dan 5) mekanisme kerjasama menghasilkan kasus 1 lebih baik dari kasus 2 dan 3, sementara kasus 2 lebih baik daripada kasus 3. Kualitas semacam itu ditentukan oleh tiga elemen penting, yaitu: masalah bersama, kepercayaan dan komitmen, dan peran lembaga perantara. Penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk menjamin keberlanjutan, akan lebih baik jika ketiga kasus mengadopsi prinsip-prinsip co-management secara formal dan legal. Dalam rangka meningkatkan kinerja mereka, kasus 2 dan 3 harus belajar dari kasus 1 dan meningkatkan praktek co-management di daerah mereka. Terakhir, kolaborasi yang lebih efektif harus diperkuat yang memfasilitasi tiga kasus untuk saling bekerja sama. Dalam hal ini, Kelompok Kerja Mangrove Kota Semarang (KKMKS) yang didirikan pada tahun 2009 harus didukung oleh semua stakeholder di daerah tersebut.

The research concerns on environmental problems faced in Indonesia and efforts done by Indonesian society to deal with such problems. It focuses particularly on three mangrove rehabilitation projects in three villages in the coastal area of Semarang City, Central Java, Indonesia, and asses the process and result of the cases from the collaborative management perspective. This is an exploratory research utilized a combination of quantitative and qualitative methods. Field works was done during May and July 2010. The research found that mangrove rehabilitation projects in the 3 cases were done by co-management approach, involving different stakeholders with different degree of roles and contributions. All the cases face the same environmental problems which are mangrove degradation, water pollution and coastal erosion and initiate mangrove rehabilitation to solve the problems in different degree of comanagement perspective and therefore different degree of results. The research has resulted that the performance or results of the projects in 3 case studies shows different degree of success. An analysis of T scores result and the assessment of the quality of co-management from 5 criteria including: 1) shared responsibility; 2) trust among stakeholders; 3) commitment; 4) decision making process; and 5) cooperation mechanism resulted that case 1 is better than case 2 and 3, while case 2 is better than case 3. Such quality was determined by three crucial elements, they are: shared problems, trust and commitment, and the role of intermediary agencies. The research recommends that to guarantee the sustainability, it would be better that the three case studies formally and legally adopting co-management principles. In order to improve their performances, case 2 and 3 should learn from case 1 and improve the practice of co-management in their areas. Lastly, more effective collaboration should be strengthened that facilitate three case studies to work together. In this case, Kelompok Kerja Mangove Kota Semarang (KKMKS) or Working Group of Mangrove for Semarang City which was established in 2009 should be supported by all stakeholders in the area.

Kata Kunci : co-management; mangrove; rehabilitasi; Semarang; Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.