TUMPANG-TINDIH IJIN LOKASI PERTAMBANGAN BATUBARA KASUS TUMPANG-TINDIH IJIN LOKASI PERTAMBANGAN BATUBARA PT.KARYA BUMI BARATAMA DAN PT. SUNGAI BELATI COAL DI KABUPATEN SAROLANGUN
HADIWIYONO, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahTerjadinya kasus tumpang-tindih ijin lokasi di bidang pertambangan merupakan salah satu bentuk permasalahan dalam praktek perijinan. Salah satu contoh kasus yang dikemukakan adalah terjadinya kasus tumpang-tindih ijin lokasi pertambangan batubara di Kabupaten Sarolangun Propinsi Jambi antara ijin lokasi PT. Karya Bumi Baratama dan PT. Sungai Belati Coal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode eksploratif melalui pendekatan kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur, wawancara dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi yang selanjutnya disandingkan dengan analisis spasial dari lokasi pertambangan batubara tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa peraturan perijinan yang mengatur ketentuan dalam penerbitan ijin lokasi pertambangan batubara belum disesuaikan dengan peraturan tentang penataan ruang yang dapat dijadikan acuan bagi penerbitan ijin lokasi tersebut. Perlunya sinkronisasi antar peraturan dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan batubara agar tidak terjadi kasus serupa dimasa yang akan datang.
The overlapping of locatian permit cases in mining sector is one of problem in permit practice. One of the cases that will be talk in this thesis is about the case that was explored in this thesis was about the cases of overlapping coal mining location permit in Sarolangun Regency, Jambi Province between PT. Karya Bumi Baratama and PT. Sungai Belati Coal. This thesis is the qualitative research with explorative methods. Data was collected by library review, interview and obervations in location. Data analysis was done by content analysis and then compare by spasial analysis of the location permit of the mining zone in Sarolangun Regency. This study shows that the regulation of the authorithy in giving the coal mining permits between Cental Goverrnment and Local Government was not relevan with the spasial regulation that could be the reference of publishing permits. The important of regulatioan sincronization in the practice of coal mining is needed in order to prevent the same cases later.
Kata Kunci : Tumpang-tindih, ijin lokasi, pertambangan batubara.