Laporkan Masalah

HUBUNGAN LAYOUT PERUMAHAN DAN FAKTOR KRIMINALITAS DI PERUMNAS AIR PUTIH SAMARINDA

Zakiah Hidayati, Diananta Pramitasari,ST,M.Eng,Ph.d.

2011 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Lingkungan banyak mengalami tekanan-tekanan, baik dari dalam maupun dari luar lingkungan. Tekanan lingkungan adalah faktor fisik, sosial dan ekonomi yang menimbulkan perasaan tidak enak, tidak nyaman, disorientasi, dengan tempat tertentu. Salah satu bentuk tekanan lingkungan sosial adalah kriminalitas. Kriminalitas adalah pidana atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Tindak kriminalitas cenderung meningkat secara kualitas dan kuantitas di berbagai tempat. Salah satu tempat terjadinya tindak kriminalitas adalah permukiman. Permukiman sebagai tempat hunian masyarakat telah mengalami tekanan lingkungan berupa tindak kriminalitas yang terus meningkat. Perumahan adalah salah satu bentuk permukiman bagi masyarakat yang umumnya terdiri dari beberapa rumah yang dilengkapi dengan fasilitas umum dan sarana prasarana seperti jalan, air bersih, listrik dan utilitas lingkungan. Komponen layout perumahan terdiri dari akses, pola sirkulasi, pola hunian dan fasilitas (Untermann & Small, 1984). Layout perumahan tertentu akan menghasilkan hubungan dengan faktor kriminalitas, hal ini didasarkan dari proyek Oscar Newman The Security Design of Urban Residential Area (rancangan aman pada kawasan hunian kota) bahwa bentuk rancangan tapak suatu lingkungan perumahan bisa mempengaruhi tingkat kerawanan kriminalitas bagi penghuni lingkungan perumahan tersebut. Perumnas Air Putih di Samarinda menjadi lokus pada penelitian ini. Berdasar sebaran kriminalitas didapatkan tiga level area di perumnas yaitu area paling rawan, sedang dan aman dari kriminalitas. Ketiga level area ini kemudian dianalisis dengan empat komponen layout perumahan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah faktor yang paling berhubungan antara layut perumahan dan kriminalitas adalah keterhubungan langsung antara rumah dengan akses perumnas, kedalaman ruang, Indeks axial connectivity jalan dan fungsi bangunan (fungsi hunian saja, hunian & komersial, komersial saja). Faktor yang sedikit berhubungan adalah bentuk pencapaian hunian, culdesac, kepadatan dan lebar jalan, posisi rumah di deret hunian, dan tipe rumah. Faktor yang tidak berhubungan dalam kasus perumnas Air Putih adalah keseragaman akses keluar masuk perumnas, kedekatan rumah dengan persimpangan jalan, jalur pedestrian, bentuk linier hunian, posisi berhadapan atau membelakangi antar hunian. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan bertitik tolak dalam penelitian ini, misalnya perilaku defensif penghuni perumnas terhadap kerawanan kriminalitas, sedangkan di bidang perencanaan perumahan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk menciptakan perumahan yang aman dari kriminalitas. 6

Environmental pressures caused by both internal and external factors in certain environment. Those were physical, social and economical factor; that made the places unsecured and disoriented. One of the social factors is crime--the breach of rules or laws for which some governing authority (via mechanisms such as legal systems) can ultimately prescribe a conviction. Crime tended to increase at the quantity and quality. Crime typically happened throughout the settlement. Public housing was kind of settlement that consists of some houses completed by public facilities and infrastructure such as roads, water supply, electricity and utility.Component layout of the public housing consists of access, circulation patterns, patterns of occupancy and facilities (Untermann & Small, 1984). Layout of particular housing will generate the relationship with crime, it's based on Oscar Newman's project of The Security Design of Urban Residential Area, that housing layout can affect the level of crime vulnerability Perumnas Air Putih was the locus in this study. Based on the obtained threelevel distribution of crime area: most vulnerable, less and no crime. These three level areas were analyzed with the four components of the housing layout. The results of this study: most factors correlated between layout housing and crime were : direct connection between single house with housing access, the depths of space, index axial connectivity, building functions (residential only, commercial & residential, commercial only). Less factors were direct/indirect access, culdesac, traffic jam and width of the road, the position of residential houses in the row, and type of house. Unrelated factors with Perumnas Air Putih case were shared access, road junction, pedestrian path, linear form dwellings, back/facing between dwellings. Advanced research could be done based on this study, for example: human defensive behavior to public housing against crime vulnerability, while in housing planning could apply the results of this research to create least crime housing. 7

Kata Kunci : Layout Perumahan, Kriminalitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.