FAKTOR-FAKTOR PENGARUH PADA SEBARAN KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN DI KABUPATEN KEBUMEN
Rina Handayani, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP, Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahKetahanan pangan terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi dan konsumsi, apabila salah satu subsistem tidak berfungsi dengan baik akan terjadi masalah kerawanan pangan. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas) mengacu beberapa indikator terkait masalah rawan pangan, untuk mengetahui lokasi rawan pangan dan menyusun rencana program penanggulangan masalah pangan. Tujuan penelitian ini adalah: 1)mendeskripsikan sebaran ketahanan dan kerentanan pangan Kabupaten Kebumen dari aspek ketersediaan, aspek akses pangan dan penghidupan, dan aspek pemanfaatan pangan; 2)mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran ketahanan dan kerentanan pangan;3) mendeskripsikan kebijakan perencanaan wilayah terkait penanganan kerawanan pangan yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan; 4)mengidentifikasi konteks yang mempengaruhi kebijakan tersebut. Metode penelitian adalah studi kasus. Peta FSVA Kabupaten Kebumen 2010 digunakan sebagai unit analisis dan dianalisis secara kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengamatan serta mempelajari dokumen. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1)Sebaran ketahanan dan kerentanan pangan hasil komposit dari ketersediaan pangan, akses terhadap pangan dan penghidupan, dan pemanfaatan pangan yaitu 3 kecamatan masuk prioritas 6 (penanganan sangat tidak mendesak), 12 kecamatan masuk prioritas 5 (penanganan tidak mendesak) dan Kecamatan Sempor, Karanggayam, Karangsambung, Sadang, Pejagoan, Padureso dan Poncowarno termasuk prioritas 4 (penanganan agak tidak mendesak); (2)Faktor-faktor pengaruh pada sebaran ketahanan dan kerentanan pangan di Kabupaten Kebumen antara lain kesuburan tanah, kepemilikan lahan, penggunaan lahan, topografi, sumber pangan hewani, infrastruktur, dan sumber daya manusia;3) Kebijakan perencanaan wilayah terkait penanganan kerawanan pangan yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan antara lain dengan penguatan akses pangan (pemasangan jaringan listrik pedesaan), peningkatan pemanfaatan pangan (air bersih pedesaan), pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat (Desa Mandiri Pangan) dan penanganan rawan transien;4)Kebijakan perencanaan wilayah terkait penanganan kerawanan pangan adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan dengan meningkatkan infrastuktur pedesaan (listrik dan air bersih), mewujudkan pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat desa dan penanganan rawan transien.
Food security is composed of subsystems, the availability, distribution and consumption, when one subsystem is not functioning properly there will be a problem of food insecurity. Food Security and Vulnerability Maps (Food Security and Vulnerability Atlas) refers to several related issues of food insecurity indicators, to know the location of the food insecurity and devised a plan for tackling the problem of food security programmes. The purpose of this research are: 1) describes the distribution of food security and vulnerability of Kebumen Regency from the aspect of food availability, access to food and livelihood aspects, and aspects of the utilization of food; 2) explore factors that influence the distribution of food and security vulnerabilities; 3) describe the spatial planning policy handling of food insecurity has been, is and will be implemented; 4) identify the contexts that influence policy. The research methods used in this studi was case study. Map of Kebumen Regency (FSVA 2010) used as units of analysis and qualitative analysis. Data collection techniques used interviews, observations and review of documents. The results are as follows: (1) Distribution of food security and vulnerability to food security refers to the composite food availability, access to food and livelihood and food utilization of food there are three districts in priority 6 (handling not very urgent), 12 districts in priority 5 (handling not urgent) and district Sempor, Karangsambung, Sadang, Pejagoan, Padureso and Poncowarno including priority 4 (handling a bit not urgent); (2)The factors influence on the distribution of food security and vulnerability in Kebumen including soil fertility, land tenure, land use, topography, animal food sources, infrastructure, and human resources; (3) Regional Planning Policies related the handling of food insecurity that has been, is being and will be implemented inter alia by strengthening the access of food (rural electric network installation), an increase in utilization of food (fresh water), empowerment of community food security (the village of self-sufficient food).
Kata Kunci : Ketahanan Pangan, Kerentanan, Sebaran, Kerawanan Pangan