Laporkan Masalah

PERBANDINGAN DAYA GUNA DIAZEPAM (0,1 mg/kgBB)-PETHIDINE (2 mg/kgBB) INTRAVENA DENGAN DIAZEPAM (0,1 mg/kgBB)-KETAMINE (0,3 mg/kgBB) INTRAVENA UNTUK OPERASI METODE OPERASI WANITA (MOW)

ARI YUNIARTO, Dr. Bhirowo Yudo Pratomo, SpAn.K,

2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar Belakang. MOW (Metode Operasi Wanita) atau ligasi tuba merupakan suatu prosedur pembedahan ginekologi sebagai salah satu metode sterilisasi wanita dengan menjahit tuba fallopii melalui suatu pembedahan. Prosedur MOW dilakukan dengan anestesi umum (total intravenous anesthesia) yang dikombinasi dengan infiltrasi anestesi lokal di kulit yang akan di incisi. Dengan adanya pembatasan obat anestesi dan adanya keterbatasan dana dari BKKBN maka peneliti ingin meneliti daya guna obat-obat anestesi yang digunakan pada tindakan MOW di Instalasi Kontap RSUP Dr. Sardjito. Tujuan. Penelitian ini bertujuan membandingkan level sedasi, level analgesia, stabilitas kardio-respirasi dan profil pulih sadar antara kombinasi diazepam (0,1 mg/kgBB IV)-ketamine (0,3 mg/kgBB IV) dan kombinasi diazepam (0,1 mg/kgBB IV)-pethidine (2,0 mg/kgBB IV) pada tindakan MOW di Instalasi Kontap RSUP Dr. Sardjito. Metode. Desain penelitian uji klinis acak terkontrol. Subyek penelitian adalah pasien yang menjalani operasi elektif rawat jalan di Instalasi Kontrasepsi Mantap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah mendapatkan persetujuan etika dari komite etik dan persetujuan tindakan medis dari penderita, 72 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok A mendapatkan diazepam (0,1 mg/kgBB IV)-pethidine (2,0 mg/kgBB IV) dan kelompok B mendapatkan diazepam (0,1 mg/kgBB IV)-ketamine (0,3 mg/kgBB IV) dan masing-masing dengan infiltrasi anestesi lokal di kulit yang akan di incisi di kedua kelompok. Parameter yang diukur adalah daya guna (level sedasi-analgesi, stabilitas kardiorespirasi dan profil pulih sadar) antara diazepam-pethidine dan diazepam-ketamine dan dibandingkan pada kedua kelompok. Hasil. Didapatkan hasil penelitian antara kelompok Diazepam-Pethidine vs kelompok Diazepam-Ketamine : level sedasi dengan Ramsay score 4-6 ( 75 % vs 64 % ; p = 0,306 ), level analgesia dengan VAS 0-3 ( 69 % vs 58 % ; p = 0,326 ), saat irisan pertama yang tidak bergerak ( 88 % vs 69 % ; p = 0,042 ), relaksasi usus yang tidak keluar peritoneum ( 94 % vs 88 % ; p = 0,394 ), stabilitas respirasi yang penurunan SpO2 < 5 % ( 100 % vs 100 % ), stabilitas kardiovaskuler dengan penurunan TD < 30 % ( 100 % vs 100 % ), tidak ada komplikasi pulih sadar ( 81 % vs 58 % ; p = 0,041 ) Simpulan. Kelompok diazepam-pethidine lebih berdayaguna dibandingkan dengan kelompok diazepam-ketamine untuk tindakan Metode Operasi Wanita di Instalasi Kontap RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.

Background. MOW or tubal ligation is one of the gynecological procedure that has become one of sterilization methode for a woman which the fallopian tube is ligated by a surgical procedure. MOW can be performed under general anesthesia (total intravenous anesthesia) with combination of a local anesthetic infiltration at the incised skin. There is a problem in the availability of the anesthetic drugs and the fund reduction from BKKBN and monitoring devices for doing this procedure that become a challange for anesthesiologist. Objective. To compare the sedation-analgesia level, cardiorespiration stability and recovery profile between the combination of diazepam (0,1 mg/kgBB IV)- pethidine (2,0 mg/kgBB IV) and the combination of diazepam (0,1 mg/kgBB IV)- ketamine (0,3 mg/kgBB IV). Subjects were patients undergone elective MOW under general anesthesia in Kontap Instalation Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. Methode. After approval from the ethic committee, 72 patients had been divided into 2 groups, group A (general anesthesia with combination diazepam-pethidine) and group B (general anesthesia with combination diazepam-ketamine ). Result. Group Diazepam-Pethidine was compared to group Diazepam-Ketamine : level of sedation with Ramsay score 4-6 ( 75 % vs 64 % ; p = 0,306 ), level of analgesia with VAS 0-3 ( 69 % vs 58 % ; p = 0,326 ), No movement at the first incision ( 88 % vs 69 % ; p = 0,042 ), intestine relaxation ( 94 % vs 88 % ; p = 0,394 ), stability of respiration with desaturation SpO2 < 5 % ( 100 % vs 100 % ), stability of cardiovascular with decrease of BP < 30 % ( 100 % vs 100 % ), No complication at recovery ( 81 % vs 58 % ; p = 0,041 ) Conclusion. This study showed that the combination of diazepam-pethidine had better effectiveness compared the combination of diazepam-ketamine

Kata Kunci : MOW, total intravenous anestesia, diazepam, pethidine, ketamine, daya guna.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.