Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS “PNPM MANDIRI-RESPEK” DI KABUPATEN JAYAPURA, PAPUA, TAHUN 2007-2010

Dorthea Renyaan, Dr. Samodra Wibawa, M.Sc

2011 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan Publik

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Di Indonesia masalah kemiskinan merupakan isu sentral. Menurut BPS (2010) Indonesia dari tahun 2004-2010 jumlah dan persentase penduduk miskin pedesaan cenderung lebih besar dibandingkan di perkotaan. Masalah kemiskinan juga dialami oleh masyarakat Papua yang berada di kampung atau pedalaman. Karena itulah Pemerintah Provinsi Papua membuat Program Rencana Strategis Pembangunan Kampung (RESPEK) untuk menanggulangi masalah kemiskinan. Program ini sudah berjalan sejak 2007 dan 2008 dilakukan sinkronisasi dengan pusat sehingga program ini berganti nama menjadi PNPM Mandiri-RESPEK (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri-Rencana Strategis Pembangunan Kampung). Penelitian di Distrik Waibu dan Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura bertujuan untuk mengetahui efektivitas program ini. Penelitian ini bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Jayapura, Kepala Distrik, Tim Pelaksana Kegiatan Kampung (TPKK), Tim Pendamping Kampung, Distrik dan Kabupaten, Kepala Kampung, Tim Tiga Tungku, dan masyarakat di Distrik Waibu dan Distrik Namblong. Teknik analisis yang digunakan di sini adalah teknik analisis kualitatif dengan proses analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengungkap keabsahan informasi, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Menurut Barnard dalam Gibson (1990) konsep efektivitas digunakan untuk pencapaian tujuan dan sasaran yang telah disepakati bersama dalam usaha bersama. Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini berarti apabila sasaran atau tujuan telah tercapai sesuai dengan yang direncanakan maka pekerjaan itu dikatakan efektif. Hasil penelitian program PNPM Mandiri-RESPEK di Kabupaten Jayapura bisa dikatakan efektif, dimana output berupa potensi dan kapasitas masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan berjalan dengan baik dan kemampuan kelembagaan sudah berjalan dengan baik. Sedangkan outcome yang terdiri dari berkembangnya perencanaan partisipatif, kepedulian masyarakat terhadap pembangunan kampung, kepercayaan timbal balik antara pemerintah dan lembaga milik rakyat dengan masyarakat, manajemen lembaga milik rakyat di kampung, dan pembangunan fisik yang semuanya berjalan cukup baik, walaupun masih kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pelaku PNPM Mandiri-RESPEK dan pemerintah, kurangnya pemahaman dari masyarakat dan kurangnya pengawasan serta kerjasama dari pelaku-pelaku PNPM Mandiri-RESPEK. Untuk itu segera perlu diberikan sosialisasi dengan jalan penyuluhan kepada masyarakat di tiap kampung, pelatihan dan pembinaan terhadap pelaku PNPM Mandiri-RESPEK dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga dapat memupuk kerjasama yang baik di antara TPKK dengan kepala kampung dalam pelaksanaan kegiatan dan pengawasan dari aparat pemerintah kabupaten, distrik, dan kampung ketika pelaksanaan kegiatan dimulai dan sesudah pelaksanan kegiatan.

Poverty is a social problem that is, from time to time, found among the community, particularly in developing countries. In Indonesia poverty problem is a central issue. According to BPS (2010), during 2004-2010, in Indonesia the total and percentage of poor population in rural area tended to be greater compared to those in urban area. Poverty problem has also been encountered by those living in the villages or hinterlands of Papua. Hence, the Papua provincial government developed the Rencana Strategis Pembangunan Kampung (RESPEK)/ Kampung Development Strategic Plan program to cope with poverty problem. Such a program has been implemented since 2007 and in 2008 synchronization was arranged with national government, and it has been changed to be PNPM Mandiri-RESPEK (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri-Rencana Strategis Pembangunan Kampung). This research was carried out in Waibu District and Namblong District of Jayapura Regency and it aimed to identify the effectiveness of this program. This was a qualitative research. Data were collected by using interview, observation, and documentation techniques. Informants involved the Head of Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (Community Empowerment Agency and Kampung Government of Jayapura Regency), District Head, Tim Pelaksana Kegiatan Kampung (TPKK)/Kampung Program Executive Team, Tim Pendamping Kampung, Distrik, Kabupaten (Kampung, District, and Regency Supporting Team), Head of Kampung, Tiga Tungku Team, and community members of Waibu District and Namblong District. Qualitative analysis technique using analysis process involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing was utilized in this research. To test the validity of the information data triangulation technique was adopted. According to Barnard in Gibson (1990) concept of effectiveness used for the achievement of goals and targets agreed in the joint venture. Effectiveness is the measurement in terms of achievement of goals or objectives previously set. This means that if the targets or goals have been achieved as planned then the work was said to be effective. Result of the research on PNPM Mandiri-RESPEK program in Jayapura Regency showed that the program was effectively conducted. Output in terms of the potentials and capacities of the community in each decision making process had not been well run and the institutional capacity had been well performed. While the outcome of the development of participatory planning, public awareness of the village development, mutual confidence between the government and people of the community-owned institutions, management institutions belongs to the people in the village, and physical development are all going pretty well, although it is still a lack of public confidence in the actors PNPM Mandiri-RESPEK and government, lack of understanding of society and lack of supervision and cooperation of actors PNPM Mandiri-RESPEK. To this end, socialization through elucidation to community members in each kampung, training and supervision provided to PNPM Mandiri-RESPEK agents are necessary to perform in order to support their tasks and functions; therefore, good cooperation between TPKK and kampung head will be established in implementing programs and supervision from the aparati of the regency, district, and kampung governments before and after the program is implemented.

Kata Kunci : efektivitas, output, outcome


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.