MODEL TARIKAN PERJALANAN DAN KEBUTUHAN PARKIR DI INSTANSI PEMERINTAH KALIMANTAN TIMUR (STUDI KASUS : BAPPEDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR)
TRIANA SHARLY PERMAISURI ARIFIN, Prof. Ir. Sigit Priyanto. M.Sc., Ph.D
2011 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiBila zona perumahan umumnya berkedudukan sebagai zona penghasil perjalanan, maka zona aktivitas merupakan zona penarik perjalanan. Salah satu aktivitas tersebut adalah perkantoran. BAPPEDA Provinsi Kalimantan Timur memiliki intensitas kegiatan yang cukup tinggi. Interaksi yang terjadi antara karyawan, tamu dan kantor tersebut akan menghasilkan pergerakan arus lalu lintas di lingkungan BAPPEDA Provinsi Kalimantan Timur beserta dengan penataan kebutuhan parkirnya. Pada penelitian ini digunakan metode survai traffic counting dan kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap tarikan perjalanan, kebutuhan parkir beserta penerapan tarif parkir optimal yang mungkin dapat diterapkan di BAPPEDA Provinsi Kalimantan Timur. Analisis pada penelitian ini menggunakan program SPSS versi 11.5 untuk menentukan variabel yang paling berpengaruh terhadap tarikan perjalanan dan kebutuhan parkir di BAPPEDA Provinsi Kalimantan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tarikan perjalanan yang terjadi setelah dilakukan analisis regresi adalah Y = 0,451 + 0,503 X1 + 0,395 X5 dengan faktor yang paling berpengaruh yaitu pengguna mobil dan pendapatan sebesar 50,1%, yang dianggap memiliki keterkaitan yang cukup kuat. Saat terjadi peningkatan intensitas kegiatan, maka gedung kantor dengan luas 1 ha mampu menarik 240 mobil dan 390 sepeda motor / hari. Dengan akumulasi parkir pada jam tersibuk yaitu 86 mobil dan 200 sepeda motor dengan durasi parkir tertinggi 120 – 180 menit (2 – 3 jam), dengan jumlah kendaraan mobil 103 kendaraan dan sepeda motor 176 kendaraan parkir. Penerapan tarif yang mungkin dilakukan adalah tarif progresif dengan nilai tarif Rp 2000,- untuk dua jam pertama dan maksimum tarif Rp 4000,- untuk kendaraan mobil. Dan Rp 1500,- untuk dua jam pertama dan maksimum tarif Rp 3500,- untuk maksimum tarif pada kendaraan motor.
Residential zones are generally located as trip generating zones, while the zone of activity is positioned as a trip attraction zone. One such activity is the office. BAPPEDA Province of East Kalimantan has a fairly high intensity activities. Interactions that occur between employees, guests and the office will result in movement of traffic flow in BAPPEDA Province of East Kalimantan with the arrangement of parking needs. In this study used traffic counting survey methods and questionnaires to determine the factors that most influence on the trip attraction, parking requirements and the application of optimal parking fees that may be applicable in the BAPPEDA Province of East Kalimantan. The analysis in this study using SPSS version 11.5 to determine the variables that most influence on the trip attraction and parking needs in BAPPEDA Province of East Kalimantan. The results showed that the model of trip attraction that occurs after the regression analysis is Y = 0.451 + 0.503 X1 + 0.395 X5 with the most influential factors of car users and revenues of 50.1%, which is considered to have a fairly strong relationship. When an increase in the intensity of activity, then the office building with an area of 1 ha able to attract 240 motorcycles and 390 cars / day. With the accumulation of parking at peak hours of 86 cars and 200 motorcycles with the highest parking duration 120-180 minutes (2-3 hours), with the number of vehicles 103 vehicles cars and 176 motorcycles parked vehicles. Applied rates are the rates that may be progressive with the rate of Rp 2000, - for the first two hours and a maximum rate of Rp 4000, - for the automobile. And Rp 1500, - for the first two hours and a maximum rate of Rp 3500, - to a maximum tariff for motorcycle.
Kata Kunci : tarikan perjalanan, parkir, tarif parkir, analisis regresi