Laporkan Masalah

DARI REPRESENTASI SUBTANTIF KE REPRESENTASI FORMAL DESKRIPTIF ( DINAMIKA PERAN POLITIK BUNDO KANDUANG DALAM SISTEM PEMERINTAHAN NAGARI MODERN DI SUNGAI RIMBANG )

amaliatulwalidain, Dra. Ratnawati, S.U.

2011 | Tesis | S2 Politik dan Pemerintahan

Penelitian ini memfokuskan tentang representasi dan peran politik Bundo kanduang di dalam sistem pemerintahan Nagari. Pasca kembali kepada pemerintahan nagari, melalui Peraturan Daerah No 9 tahun 2000 tentang Pokok-pokok sistem pemerintahan nagari, sesuai dengan kebijakan tersebut, yang mengintruksikan tentang representasi Bundo kanduang sebagai bagian dari sistem politik di nagari, bahwasannya memberikan peluang terhadap peran Bundo kanduang untuk duduk dalam lembaga pemerintahan formal yang ada di nagari yaitu pada lembag BAMUS dan BMAS.Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika representasi dari Bundo kanduang di era moderen, terutama dalam keterlibatan mereka pada proses politik di nagari. Terkait dengan tujuan penelitian tersebut, maka pertanyaan dalam penelitian ini adalah ”Bagaimana, Representasi serta peranan dari Institusi Bundo Kanduang dalam Sistem Pemerintahan Nagari Sungai Rimbang Pada Kondisi Sekarang”? Teori dan Konsep yang digunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian ini, menggunakan teori Representasi politik, Peranan politik perempuan,sedangkan untuk menjawab penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif analitik, dengan teknik pengumpulan data melalui, wawancara, pengamatan (observe) serta dokumentasi (documentation), kemudian menganalisa data dengan proses reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan dari data tersebut. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini, menyatakan bahwa dinamika representasi politik dan peranan Bundo kanduang pada Pemerintahan Nagari Sungai Rimbang diera sekarang, khususnya dalam kerangka representasi formal dilihat dari kedudukan dan peran Bundo Kanduang dalam sruktur pemerintahan Nagari Sungai Rimbang dapat disimpulkan belum menyentuh pada ranah representasi secara substansial sebagaimana yang diharapkan sesuai PERDA NO 9 Tahun 2000. Representasi formal Bundo Kanduang pada masa kini, justru mengalami pergeseran peran, karena dua kendala besar, diantaranya, tidak berfungsinya (kevakuman) Institusi Bundo Kanduang sebagai basis pemberdayaan dan peningkatan kesadaran politik Bundo Kanduang di Nagari, akibat dilema culture shock yang yang masih dialami sebagian besar para Bundo Kanduang kenagarian,terhadap perubahan situasi dan kondisi politik yang ikut memberi pengaruh pada lunturnya nilai-nilai lokalitas adat di Minangkabau, dan juga sangat minimnya perhatian dari Stokeholder terhadap keberlangsungan Institusi Bundo Kanduang, karena pemahaman politik serta sruktur politik di Nagari, secara umum masih dipegang dan didominasi kaum lelaki, sehingga masih sulit untuk memberikan ruang representasi yang pas bagi Bundo Kanduang, dan wajar saja apabila Representasi dan Peranan Bundo Kanduang hingga saat ini hanya berada dalam tataran formal deskriptif.

This study focuses on the representation and political role in the system Bundo Kanduang Nagari government. Post back to the village administration, through Regional Regulation No. 9 of 2000 on the Principles of village governance system, in accordance with the policy, which instructed about Bundo Kanduang representation as part of the political system in the district, Praise be to Allaah to give opportunities to the role Bundo Kanduang to sit in formal government institutions that exist in the villages of BAMUS and BMAS.Tujuan of this research, is to know how the dynamics of the representation of Bundo Kanduang in modern, especially in their involvement in the political process in the district. Associated with the goal of such research, the questions in this study is \"How, Representation and the role of institutions in the Government System Bundo Kanduang Rimbang In Nagari River Conditions Now\"? Theories and concepts used in answering questions of this study, using the theory of political representation, women's political role, while for the answer of this study, researchers using qualitative analytical research methods, with data collecting technique through interview, observation (Observe) and documentation (documentation) , then analyze the data with the data reduction process, presents the data and draw conclusions from these data. The results obtained from the research, saying that the political representation and the role of the Governing Nagari Bundo Kanduang Rimbang River diera now, especially within the framework of a formal representation viewed from the position Bundo Kanduang in BAMUS and in the BMAS, appropriately have not touched on the realm of representation substantially, as expected according PERDA NO 9, 2000. Formal Representation Bundo Kanduang today, experienced a shift in the role due to several obstacles and constraints, among others, are not functioning as a base Kanduang Institution Bundo empowerment and awareness raising for Bundo Kanduang in Nagari, Nagari sruktur politics in the more male-dominated, culture shock and financial support from the government resulting in Representation and the Role of Bundo Kanduang only within the formal descriptive level.

Kata Kunci : Representasi Politik, Peran Bundo Kanduang,Pemerintahan Nagari Sungai Rimbang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.