KORRELASI HASIL RINOMETRI GAAMA SAAKTI I DENGAAN SKORR SUMBBATAN HHIDUNGG PADAA PENDEERITA GGANGGUUAN PATTENSI HHIDUN
DYAH AYU KARTIKA DEWANTI, dr.Kartono Sudarman, Sp.THT-KL(K),
2011 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit THTKeluhan sumbatan hidung sering ditemukan pada pasien dengan penyakit hidung. Keluhan tersebut sering dipandang sebagai gejala ringan, tetapi dapat dipandang berat apabila telah mengganggu aktivitas penderita sehari-hari dan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita. Penanganan keluhan sumbatan hidung dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan riniskopi anterior dan penunjang. Pemeriksaan patensi hidung seperti skor sumbatan hidung dan rinohigrometri telah digunakan, tetapi alat penunjang diagnosis berbasis computer belum digunakan. Rinometri Gama Sakti I, merupakan salah satu alat berfungsi mengukur jumlah tekanan ekspirasi nasal, akan tetapi alat tersebut belum digunakan untuk mengukur gejala sumbatan hidung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi anatara hasil Rinometri Gama Sakti 1 berupa tekanan ekspirasi nasal dengan skor sumbatan hidung pada penderita gangguan patensi hidung. Penelitian ini dengan desain cross sectional dilakukan dalam satu waktu, guna mengetahui korelasi antara pemeriksaan subyektif menggunakan skor sumbatan hidung dengan pemeriksan obyektif menggunakan alat Rinometri Gama Sakti 1, pada pasien dengan keluhan hidung tersumbat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis korelasi digunakan untuk mencari hubungan dua variabel tersebut, yaitu antara hasil tekanan udara ekspirasi yang dihasilkan alat Rinometri Gama Sakti 1 dengan skor sumbatan hidung. Adapun hasil yang didapat menunjukkan distribusi yang tidak normal sehingga pengolahan data menggunakan analisis korelasi non parametrik dengan metode Spearman, menghasilkan p=0,00 (p<0,001) dengan koefisien korelasi -0,662 (arah korelasi negatif, dan r = 0,662), yang artinya sangat signifikan dalam hal adanya korelasi antara skor sumbatan hidung dengan jumlah total nilai tekanan ekspirasi hidung pasien. Pada penelitian ini dapat dibuktikan bahwa terdapat korelasi negatif antara hasil penjumlahan tekanan ekspirasi hidung/nasal Rinometri Gama Sakti 1 dan skor sumbatan hidung pada penderita gangguan patensi hidung.
Nasal obstruction is a subjective complaint in patient with nasal disease. Causation of nasal obstruction symptom is very complex and variety, that can decreased patient’s quality of life and activities. Examination of nasal obstruction based on anamnesis, physical and supported examinations. Nasal patency examinations, such as nasal obstruction score and rhinohigrometry, have been used to support the diagnosis of nasal obstruction, but in computer technology, we still demand for the new alternative instrument. Based on that reason, there’s Gama Sakti 1 Rhinometry, which can measuring nasal patency with sum of value both nasal expiration pressures. Unfortunately, the study which determine nasal obstruction symptom using Gama Sakti 1 Rhinometry has been conducted in Indonesia. The objective of the study is to determine nasal obstruction symptom using Gama Sakti 1 Rhinometry compared with nasal obstruction score. A cross-sectional study was carried out on patient with nasal obstruction symtoms and had met the inclusion also exclusion criteria. The sum of the value both nasal obstructions score, which from the nasal obstruction symtoms. Correlation analysis was performed used to measure between Gama Sakti 1 Rhinometry and nasal obstruction score. The non-parametric statistic analysis with Spearman method, there was p=0,00 (p<0,001) with correlation coefisien -0,662 (with negative correlation, and r = 0,662), its means there was a correlation between nasal obstruction score and sum of expiration transnasal pressure in patient. In our study, there was a negative correlation between Gama Sakti 1 Rhinometry with nasal obstruction score in patient with nasal patency disfunction.
Kata Kunci : Rinometri Gama Sakti 1, skor sumbatan hidung, tekanan udara ekspirasi nasal, keluhan sumbatan hidung