TINJAUAN YURIDIS SURAT KETERANGAN WARIS BAGI WARGA NEGARA INDONESIA ASLI DI KOTA SURAKARTA
U'ud Darul Huda, Pudjiastuti, SH., SU.,
2011 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPemisahan penduduk Indonesia berdasarkan etnis atau golongan yang merupakan warisan penjajah Kolonial Belanda, membagi 3 (tiga) golongan penduduk dan hukum yang berlaku untuk masing-masing golongan. Hal tersebut seharusnya sudah tidak ada lagi, tetapi berdasarkan ketentuan Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 masih diberlakukan, antara lain dijadikan dasar hukum dalam pembentukkan aturan hukum yang berlaku setelah Indonesia merdeka yang dalam hal ini adalah untuk pembuatan Surat Keterangan Waris Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti pentingnya Surat Keterangan Waris bagi warga negara Indonesia asli. Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yaitu penelitian berdasarkan pelaksanaan dalam upaya memperoleh data primer didahului dengan penelitian penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder. Penelitian dilaksanakan di Kota Surakarta, dan keseluruhan data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di samping prosedur pembuatan Surat Keterangan Waris untuk warga negara Indonesia asli tidak mempunyai petunjuk pelaksanaan yang jelas dan rawan untuk disalahgunakan, kurangnya pemahaman para pihak dalam membuat Surat Keterangan Waris berpotensi menimbulkan sengketa. Arti penting Surat Keterangan Waris yang dibuat sendiri oleh para ahli waris dan dikuatkan oleh Lurah dan Camat adalah sebagai dasar atau alas hak bagi ahli waris untuk membuktikan bahwa pihak yang disebutkan sebagai ahli waris dalam Surat Keterangan Waris adalah benar-benar yang berhak menjadi ahli waris dari si pewaris, untuk kepentingan pengurusan pengalihan hak waris serta melakukan proses balik nama persil warisan dikantor pertanahan tempat obyek warisan itu berada, dan untuk mengurus warisan yang berbentuk barang bergerak seperti simpanan di bank, klaim asuransi, dan saham perseroan.
The division of Indonesia residents is based on ethnicity or the groupings left behind by the Dutch colonizer, which divided the population into 3 groups which and provided laws to govern each group. This inheritance from the Dutch should not exist anymore but instead based on the regulation which can be found in Chapter II 1945 UUD Exchanges Rules, and still in effect, and has been made the basis of the law in forming of the regulations which come into after Indonesian Independent. This Chapter II 1945 UUD Exchanges Rules has been used in the making wills. This research aims to determined the meaning of importance of wills Indonesian citizens. This research is an empirical law research, based on the procuring of primary data source and preceded by library research to find secondary data. This research took place at Surakarta, and all the data was analyzed qualitatively. The result of the research shows that wills for Indonesian citizens do not have clear implementation guidelines, are at risk of being abused, and that the lake of understanding between the parties in the making of wills potentially causes disputes. The importance of wills which are make by the heirs themselves and corroborated by the Lurah and Camat, is to act as a basic right for heirs to prove that the parties as heir in the wills are truly those who have been give the right to be heirs by the bequeathals, for the importance of the process of handing over inheritances right as well as carrying out the process of exchanging land name in the land office, in the area where the bequeathed land lies and to organizing the inheritance which consists of enduring things like bank saving, insurance claims, and company shares..
Kata Kunci : Keterangan Waris, Surakarta.