Laporkan Masalah

A STUDY OF THE COMMUNITY EMPOWERMENT AROUND NATIONAL PARK: MODEL DESA KONSERVASI PROGRAM ON GEDE PANGRANGO NATIONAL PARK WEST JAVA, INDONESIA

TEGUH ISMAIL, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A, Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Model Desa Konservasi (MDK) diperkenalkan sejak tahun 2006 karena program kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi yang dilaksanakan sebelumnya sejak tahun 1993 hasilnya tidak maksimal. MDK memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pengelolaan kawasan konservasi. Program ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penggunaan kawasan hutan yang berkomitmen jangka panjang dalam rangka mendukung konservasi kawasan hutan. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat dikelilingi oleh 65 desa yang sebagian besar adalah desa miskin. Sebanyak 70% dari 454,325 penduduk desa desa tersebut adalah petani. Di kawasan tersebut juga terdapat 5.500 petani penggarap pada 7,655 ha kawasan perluasan Taman Nasional dan 92% dari mereka benar-benar tergantung pada kawasan hutan. Sejak status kawasan perluasan ini adalah kawasan konservasi, ada peraturan dan pembatasan bagi masyarakat desa untuk mengaksesnya. Tujuan dari MDK adalah untuk meningkatkan pengembangan pengelolaan kawasan konservasi, termasuk upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. Studi ini menemukan bahwa program MDK efektif untuk memberdayakan masyarakat dalam membantu mencukupi kebutuhannya dan menjaga kelestarian sumber daya hutan. Kondisi kedua desa yaitu Tangkil dan Sarongge dengan skema pelaksanaan program yang berbeda menunjukkan peningkatan yang positip. Dalam pelaksanaannya, kebijakan pemerintah daerah bersama dengan petugas Taman Nasional dan LSM merupakan faktor sukses dalam program MDK, terutama dalam proses pemberdayaan masyarakat.

A community empowerment program around conservation area was carried out since 1993. Because the result was not maximal, Model Desa Konservasi (MDK)/Conservation Village Model program was introduced since 2006. MDK gives an opportunity to a community for active engagement in the effort of conservation area management. This program also gives an opportunity for a community to get safe access to use forest area for secure long term commitment to support forest area conservation. Gede Pangrango National Park in West Java in Indonesia is surrounded by 65 villages; most of them are a poor village. The population is 454.325 and 70% of this total population are farmers. There are 5.500 labor farmers on 7.655 ha of National Park extension area and 92% of them really depend on that area. Since the status of this extension area is a conservation area, there is a regulation and limitation for the community of villages to access it. The goal of MDK is to improve development of conservation area management, including an effort to raise ability and independence of a community. The study finds that MDK program is effective to empower community and the program has an initiative in both filling community’s needs and keeping the sustainability of forest resources. The village condition is improved since the implementation of the program. In this research there are two cases, Sarongge village and Tangkil village. Two villages with a different scheme of program implementation show positive achievement. In the achievement, policy implementation on local governments together with National Park Officer and NGOs indicates a successful factor in the MDK program, especially on the community empowerment process in the villages.

Kata Kunci : pemberdayaan masyarakat, kawasan konservasi, taman nasional, efektif, kemandirian.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.