Laporkan Masalah

WAARMEKING ATAS KESIMPULAN KERAPATAN ADAT NAGARI (KAN) DALAM PENYELESAIAN SENGKETA HARATO PUSAKO DI NAGARI LAREH NAN PANJANGKOTA PADANG PANJANG

Kartika Mesa, Agus Sudaryanto, S.H., M.Si.

2011 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran KAN dalam menyelesaikan suatu sengketa,serta mengetahui kekuatan hukum terhadap kesimpulan penyelesaian sengketa KAN yang telah di waarmerking di kantor Notaris. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah peran KAN dalam menyelesaikan sengketa harato pusako, alasan KAN melakukan waarmerking dan bagaimana proses waarmerking yang dilakukan Notaris serta status hukum dari surat di bawah tangan yang telah di waarmerking oleh Notaris. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris atau penelitian hukum sosiologis (socio-legal research) yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data primer yang berkenaan dengan hal-hal yang ada dilapangan, dihubungkan dengan peraturan hukum yang berlaku. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Tehnik pengmabilan data dengan cara purposive sampling. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara kualitatif untuk kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran KAN dalam menyelesaikan sengketa harato pusako adalah sebagai mediator yang dilakukan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat yang sifatnya tidak memutuskan tetapi mencari kata sepakat. Alasan KAN melakukan waarmerking karena adanya permintaan para pihak agar lebih mendapatkan kepastian hukum dibandingakan dengan surat di bawah tangan biasa serta terhindar dari wanprestasi. Kekuatan hukum dari surat di bawah tangan yang telah di waarmerking oleh KAN Lareh Nan Panjang menurut hakim Pengadilan Negeri kota Padang Panjang adalah bahwa surat tersebut bisa dijadikan suatu alat bukti yang sah dankekuatan pembuktianya lebih kuat dibandingkan dengan surat di bawah tangan biasa karena surat yang di waarmerking dijamin keberadaan suratnya oleh Notaris, yang mana surat tersebut telah di beri nomor dan dicatat dalam buku khusus Notaris.

The research aims to find out the role of KAN in resolving a lawsuit and to find out the law power to the conclusion of resolving the lawsuit of KAN had being waarmerking at Notary office. The problems studied in this research is the KAN role in resolving the lawsuit of harato pusoko, motive of KAN did the waarmerking and how does the process of waarmerking conducted by Notary and law status from underhand letter had being waarmerking by notary. Approach used in this research is empirical juridical approach or socio legal research that is research conducted to obtain primary data related to concerns in field, in connection to applied law rule. This research is conducted through literature and field research. Technique for collecting data is by using purposive sampling method. Data obtained from research finding is qualitatively analyzed then being described. The research findings showed that KAN role in resolving the lawsuit of harato pusoko was as mediator conducted through discussion to achieve agreement. KAN motive did waarmerking was there was appeal from parties in order to get more legal security than underhand letter and to avoid default. Waarmerking process conducted by notary to conclusion of KAN in resolving a lawsuit was through brought the underhand letter to notary office then it given number and noted into special book of notary and signed by notary. The law power of underhand letter which had being waarmerking by KAN of Lareh Nan Panjang according to State Court of Padang Panjang could be a legal proof and that the letter can be legal evidence and this evidence is stronger than underhand letter because the waarmerking letter is guarantee by notarist. Where the letter have been a number and noting in notarist special book.

Kata Kunci : Waarmerking, Sengketa Harato Pusako, Kesimpulan KAN


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.