PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH YAPEN DAN MAMBERAMO, PAPUA BERDASARKAN ANOMALI GRAVITASI
NOPER TULAK, Dr. rer nat. Wiwit Suryanto
2011 | Tesis | S2 Ilmu FisikaDaerah Yapen dan Mamberamo di provinsi Papua sebagai jalur utama sesar Yapen dan sesar Mamberamo didominasi oleh batuan sedimen tersier dan pra tersier dari kerak benua Australia dan kerak samudera Pasifik. Pemodelan dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) struktur bawah permukaan di Provinsi Papua khususnya daerah Yapen dan Mamberamo telah dilakukan dengan menggunakan data anomaly gravitasi bouguer lengkap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model struktur bawah permukan daerah Yapen dan Mamberamo. Data anomali gravitasi Bouguer lengkap diproyeksi ke bidang datar menggunakan metode sumber ekuivalen titik massa pada ketinggiaan 3.992 m dari mean sea level (MSL) dengan kedalaman sumber ekuivalen titik massa 27.000 m di bawah MSL. Pemisahan anomali lokal dan regional dilakukan dengan metode kontinuasi ke atas pada ketinggian 30.000 m dari bidang datar. Pemodelan dua dimensi (2D) struktur bawah permukaan menggunakan pendekatan model Talwani, sedangkan pemodelan tiga dimensi (3D) menggunakan perangkat lunak Grablox dan Bloxer berbasis Graphical User Interface (GUI). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa struktur utama daerah penelitian terdiri dari struktur sesar Yapen, sesar Mamberamo dan sesar Waipoga yang diperkirakan memiliki densitas batuan sebesar 2,82 g/cm3. Densitas rata-rata tiap lapisan adalah 2,67 g/cm3 untuk lapisan pertama, 2,69 g/cm3 untuk lapisan kedua, 2,86 g/cm3 untuk lapisan ketiga, dan 3,06 untuk lapisan keempat. Ketebalan kerak bumi di Provinsi Papua diperkirakan sekitar 25 hingga 30 km dengan batuan dasar dari kerak samudera.
Yapen and Mamberamo regions in Papua province as the main route of Yapen, end Mamberamo faults was dominated by tertiary and pre tertiary sedimentary rocks of Australia continental crust and Pacific ocean crust. Two dimensional (2D) and three dimensional (3D) modeling of subsurface in Papua province especially in Yapen and Mamberamo regions has been done by using complete Bouguer anomaly data. The purpose of this research is to know structure model in subsurface of Yapen and Mamberamo region. Complete Bouguer anomaly had been projected to horizontal plane on 3,992 m height from mean sea level (MSL) with sources depth of mass points equivalent 27,000 m under MSL. Separation the regional and local anomaly generated through upward continuation methods on 30,000 m height from horizontal plane. Two dimensional (2D) modeling of subsurface was used approximated method of Talwani, and three dimensional (3D) modeling was proceed with Grablox and bloxer computer programs based Graphical User Interface (GUI) The result was the model show that Yapen, Mamberamo, and Waipoga Fault. Rock density in Yapen and Mamberamo regions have estimated to 2.82 g/cm3. With an average density of each layer is 2.67 g/cm3for first layer, 2.69 g/cm3for second layer, 2.86 g/cm3 for third layer, and 3.06 g/cm3 for fourth layer. The thickness of the crust in Papua province is estimated 25 to 30 km with a rock base of the oceanic crust.
Kata Kunci : Gravitasi, anomali Bouguer lengkap, proyeksi ke bidang datar, kontinuasi ke atas, pemodelan dua dimensi, pemodelan tiga dimensi, Grablox, Bloxer.