PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF GUNA PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA TARUNA STUDI DI AKADEMI MILITER MAGELANG JAWA TENGAH
Yohanes Joko Dwi P., Prof. DR. Kodiran, M.A.,
2011 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini dilakukan di Ksatrian Akademi Militer Jalan Gatot Subroto Magelang Jawa Tengah atas dasar sebuah keprihatinan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan masih bersifat klasikal, sementara lembaga pendidikan lainnya sudah berpacu menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi yang melingkupinya. Kondisi lain menunjukkan bahwa peran sepuluh komponen pendidikan tidak maksimal, pembelajaran masih menekankan prinsip kemiliteran, dan lainnya. Oleh karena itu proses pembelajarannya tidak optimal dan menjadikan kendala dalam upaya peningkatan sumber daya manusia Taruna Akademi Militer. Subyek penelitian atau populasi penelitian ini adalah seluruh Taruna Akademi Militer Tahun Ajaran 2010/2011 dan sampel yang digunakan adalah sampel terpisah yakni dua kelas Taruna Tingkat III yang dipilih dengan cara sampel bertujuan (purposive sampling), dengan pertimbangan bahwa Taruna Tingkat III sudah ada penjurusan. Sementara jenis penelitiannya adalah penelitian eksperimen dengan membagi sampel menjadi dua kelompok, yakni kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, studi kepustakaan dan dokumentasi. Seluruh data diolah dan dianalisis secara kuantitatif dikombinasikan dengan kualitatif. Hasil penelitian adalah memberikan alternatif dan terobosan baru melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif untuk dijadikan pertimbangan bahwa metode pembelajaran klasikal yang selama ini dijadikan acuan pembelajaran sudah tidak relevan lagi. Penerapan metode pembelajaran ini akan disinergikan dengan aspek pengetahuan militer, sikap dan peri laku, serta kesamaptaan jasmani yang menjadi ciri pendidikan militer, sehingga kedepan sumber daya manusia Taruna akan menjadi sosok Perwira yang handal baik akademik, perilaku dan jasmani. Dalam pelaksanaannya dapat dilihat melalui beberapa situasi yang meliputi suasana pembelajaran di klas, perkembangan peserta didik dan peran tenaga pendidik. Situasi di klas menunjukkan adanya pembelajaran multi kultural, sementara perkembangan peserta didik lebih dimanusiawikan dalam arti peran serta taruna dalam pembelajaran lebih dioptimalkan, dan peran tenaga pendidik tidak hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan tetapi lebih sebagai seorang motivator, mediator dan nara sumber. Hasil yang bisa didapat menunjukkan pembelajaran klasikal tidak relevan lagi diterapkan dalam pembelajaran Taruna Akademi Militer. Dalam pembelajaran ini taruna hanya sebatas sebagai pendengar sementara tenaga pendidik lebih banyak mengambil peran pembelajaran. Oleh karena itu Akademi Militer harus berani mengambil suatu tindakan dengan memberikan terobosan baru melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif. Hal ini bukan sebagai suatu pemberontakan pendidikan, tetapi merupakan sebuah kebutuhan. Dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif ternyata dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia taruna Akademi Militer Magelang Jawa Tengah.
The research was conducted at the Military Academy Campus street Gatot Subroto Magelang in Central Java on the basis of a concern that a learning process carried out is still classical, while the other educational institutions are racing to implement teaching methods appropriate to the circumstances that surrounded him. Other conditions indicate that the role of education is not a maximal of ten components, emphasizing the principle of learning is still military, and others. Therefore the learning process and make the constraint is not optimal in an effort to increase human resources Military Academy Cadets. The subjects of research or study population is all of Cadets Academy Military School Year 2010/2011 and the samples used are two separate samples that Cadet Level III classes are selected by the sample aims (purposive sampling), with the consideration that the existing Level III Cadets. While this type of research is experimental research by dividing the sample into two groups, namely the control and treatment groups. Data was collected through observation, interviews, questionnaires, library research and documentation. All data were processed and analyzed in a quantitative combined with qualitative. The results of the study is to provide an alternative and new breakthroughs through the implementation of cooperative learning methods to be taken into consideration that classical learning methods that have been used as a reference learning is no longer relevant. The application of learning methods will be synergized with the military aspects of knowledge, attitudes and behavior, as well as physical that characterize military education, so that future human resources officer Cadets will be a reliable figure of good academic, behavioral and physical. In its implementation can be seen through some situations that include learning atmosphere in class, the development of learners and the role of educators. The situation in the class indicate a multi-cultural learning, while developing more humanis learners in the sense of the role of the cadet in learning more optimized, and the role of educators is not just a transfer of knowledge but more as a motivator, mediator and resource persons. The results obtained show that learning can no longer relevant classical learning applied in the Military Academy Cadet. In this lesson cadets merely as a listener while educators take on the role of learning more. Therefore, the Military Academy must have the courage to take an action by providing new breakthrough through the implementation of cooperative learning methods. It is not as a rebellion of education, but it is a necessity. With the implementation of cooperative learning method was found to improve the quality of human resources Military Academy cadets Magelang in Central Java.
Kata Kunci : Metode Pembelajaran Kooperatif dan Sumber Daya Manusia Taruna.