FAKTOR PROGNOSTIK YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KONSTIPASI PADA PADA PASIEN HIRSCHSPRUNG PASCA OPERASI SOAVE DI RSUP DR. SARDJITO
ZADRAK ANDERIAS TEWERNUSSA, dr. Rochadi, SpB, SpBA (K),
2011 | Tesis | S2 Ilmu BedahLatar belakang. Penyakit Hirschsprung merupakan kelainan tersering penyebab obstruksi dan enterokolitis pada anak dengan insiden 1 : 5.000 kelahiran hidup. Berbagai penelitian telah dilakukan sebelumnya terkait komplikasi konstipasi pasca tindakan bedah. Prosedur Soave berupa teknik endorektal merupakan salah satu teknik operasi yang digunakan dalam terapi definitif penyakit Hirschsprung. Tujuan penelitian. Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh pada terjadinya komplikasi konstipasi pada pasien megakolon (Hirschprung’s disease) pasca operasi endorectal pull through Soave di RS. Dr. Sardjito Yogyakarta. Subyek penelitian. Penderita megakolon (Hirschprung’s disease) yang dilakukan operasi endorectal pull through Soave di bagian Bedah Anak RS. Dr. Sardjito Yogyakarta pada kurun waktu Januari 2005 sampai Desember 2010. Metode penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Desain penelitian study cohort retrospective, yaitu merupakan salah satu bentuk studi observasional (non-eksperimental). Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-squre dengan uji alternative Fischer Exact, t-test dan uji regresi logistik dengan nilai p < 0,05 dianggap bermakna. Hasil penelitian. Faktor yang mempengaruhi terjadinya komplikasi konstipasi pasca operasi Endorectal Pullthrough Soave adalah hemoglobin. Secara statistik variabel tersebut mempunyai tingkat kebermaknaan sebagai faktor risiko untuk terjadinya komplikasi konstipasi pasca operasi Endorectal Pullthrough Soave dengan nilai kebermaknaan p < 0,05. Kesimpulan. Faktor yang berpengaruh pada terjadinya komplikasi konstipasi pada pasien megakolon (Hirschprung’s disease) pasca operasi Endorectal Pull-Through Soave adalah hemoglobin dengan nilai p < 0,05.
-
Kata Kunci : Hirschprung´s, endorectal pullthrough Soave, konstipasi