Laporkan Masalah

PURWARUPA SISTEM PERINGATAN DINI AWAN PANAS GUNUNGAPI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Kasus Gunung Merapi di Perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta)

M. Nur Budiyanto, Ir. P. Insap Santosa, M.Sc., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Mag.Tekn.Informasi

Salah satu bahaya primer yang ditimbulkan oleh aktivitas valkanis gunung Merapi adalah awan panas (piroclastic flow) yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik dan bebatuan. Aliran ini dapat bergerak dengan cepat menuruni lereng gunung dengan suhu yang sangat tinggi. Kondisi alam gunung Merapi menyebabkan kesulitan dalam pemantauan awan panas secara visual, sedangkan penggunaan peralatan seismik membutuhkan tenaga ahli untuk menganalisis data. Hal ini mengakibatkan petugas kesulitan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat secara cepat dan tepat. Sehingga perlu dilakukan kajian untuk merancang sistem peringatan dini awan panas yang dapat memberikan kemudahan petugas untuk melakukan pemantauan awan panas dan dapat memberikan peringatan bahaya. Penelitian ini merancang sistem peringatan dini awan panas berbasis sistem informasi geografis dengan memanfaatkan sensor suhu sebagai alat deteksi awan panas, sistem ini diharapkan dapat memberikan kemudahan pemantauan dan dapat memberikan peringatan dini kepada penduduk disekitar gunung Merapi sehingga dapat meminimalkan korban jiwa akibat awan panas. Penelitian dilaksanakan dengan metode survai lapangan, pengamatan dan wawancara sedangkan perancangan perangkat lunak menggunakan metodologi waterfall atau model sekuensial linier yang terdiri dari analisa, desain, implementasi serta pengujian. Untuk pengujian digunakan sensor suhu infra merah menggunakan mikrokontroller ATMega8535. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah purwarupa sistem peringatan dini awan panas gunungapi berbasis sistem informasi geografis dengan memanfaatkan sensor suhu sebagai alat deteksi awan panas. Sensor suhu yang digunakan dalam pengujian sistem adalah sensor suhu infra merah dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengubah sinyal analog ke digital. Sistem ini memiliki fasilitas untuk mengatur peletakan sensor, membaca suhu pada masing-masing sensor, dan memberikan peringatan bahaya sesuai dengan batasan yang sudah ditentukan.

One of the primary hazards caused by the volcanic activities is pyroclastic flow quickly moving and consisted of hot gas, volcanic dust, and stones. The flow can move quickly along the slope of volcano with greatly high temperature. The natural conditions of Merapi mount causes difficulty in monitoring pyroclastic flow visually, while the use of seismic equipment requires experts to analyze data. It makes difficulty among field personnel to give early warning to society in quick and appropriate manner. Therefore, a study is conducted by designing the early warming system of pyroclastic flow that can give facilities for field personnel to monitor the pyroclastic flow and can give a hazard warning. The study designs a geographic information system-based early warning system of pyroclastic flow by using temperature censor as pyroclastic flow detection equipment. It is expected that the system can give facilities in monitoring and give early warning to population around Merapi mount, so it can reduce victims resulted from the pyroclastic flow. The study was conducted using a field survey method, observation, and interview, while the designing of software was done by using a waterfall methodology or a linear sequential model consisting of analysis, design, implementation, and testing. To test the system, an infrared temperature censor was made using ATMega8535 microcontroller. Result of the study indicates that the geographic information system-based prototypical early warning system of volcano’s pyroclastic flow was built by using a temperature censor as a pyroclastic flow detection equipmnent. Temperature censor used in the testing of system was infrered temperature censor by using microcontroler as the changer of analogue-to-digital signal. The system has some facilities to regulate censor placement, read temperature in each censor, and give a hazard warning in accordance with predetermined limitations.

Kata Kunci : sistem peringatan dini, sistem informasi geografis, awan panas.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.