Laporkan Masalah

ANALISIS KEGAGALAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI BENGKULU

DEI NATALI HANDY, Dr. Wahyudi Kumorotomo

2011 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) pada akhirnya bertujuan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan ataupun untuk otomasi dalam mendukung pekerjaan manajemen di bidang kepegawaian. Pembangunan simpeg di BKD Provinsi Bengkulu telah dilakukan sejak tahun 1998, namun hingga kini dalam pelaksanaannya belum dapat memberikan kepuasan bagi pengguna akan kemampuan simpeg dalam memberikan data dan informasi untuk penyelesaian pekerjaan di bidang kepegawaian. Untuk itu perlu dilakukan analisa terhadap kegagalan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian selama ini di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa dilakukan pada faktor sumber daya manusia, software, hardware, jaringan, database, prosedur, dan kepemimpinan yang dihubungkan dengan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian .Hasil penelitian menunjukan SIMPEG di BKD Provinsi Bengkulu belum dapat memposisikan sebagai pusat data dan informasi dikarenakan belum berjalannya prosedur yang disepakati bersama dalam pelaksanaan sistem informasi kepegawaian dan belum adanya hasil analisa jabatan yang diterapkan untuk penyusunan formasi. Hal ini menyebabkan pertama adanya kesulitan dalam pengumpulan data yang berakibat pada informasi yang dihasilkan tidak up date dan tidak lengkap sehingga timbul keengganan dalam memanfaatkan informasi dari simpeg (ketidakpuasan pengguna), kedua menimbulkan kurang adanya koordinasi antar bidang di BKD terhadap hak dan kewajiban masing- masing bidang untuk terlibat dalam keberhasilan pelaksanaan simpeg itu sendiri, ketiga dalam perencanaan pegawai baik perencanaan kebutuhan, penempatan pegawai maupun perencanaan pendidikan dan pelatihan hanya berdasarkan usulan yang ada dan tidak berdasarkan formasi hasil analisa jabatan. Penggunaan informasi dalam pengambilan keputusan baru sebatas untuk pengangkatan pejabat dalam jabatan struktural. Teknologi yang ada (perangkat keras, perangkat lunak, jaringan/komunikasi data) telah mendukung untuk pelaksanaan simpeg baik dari kualitas dan kuantitas, bahkan software yang tersedia telah mampu untuk mewujudkan otomasi terutama pada kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat. Dari kualitas sumber daya pengelola simpeg, masih perlu diadakan penambahan personil untuk menghindari ketergantungan kepada satu orang yang mengerti dan memahami dalam menjalankan sistem yang ada. Terakhir lemahnya kepemimpinan dalam komitmen dan pengawasan menyebabkan tidak bekerjanya control dalam sistem

Employment Management Information System (SIMPEG) is finally aimed to produce information needed in decision making or automation in supporting management work in staffing field. SIMPEG has been founded since1998 in Bengkulu, but it has not satisfied the clients related to SIMPEG’s ability in giving data and information for accomplishing staffing work. Therefore, it is necessary to do an analysis of failures in the implementation of Employment Management Information System in Badan Kepegawaian Daerah, Bengkulu. The research uses qualitative research method; the data for this research is .human resources, software, hardware, networking, databases, procedures, and leadership is associated with the use of Employment Management Information System. The result of this research shows that SIMPEG in BKD Bengkulu province has not become a center of data and information. It is because the agreed- procedure has not been conducted in SIMPEG implementation and there is not any result of position analysis implemented for formation arrangement. It causes: first, the difficulty in data gathering. It makes the information given is not update and complete. Therefore, there is unwillingness in using information from SIMPEG (the user dissatisfaction). Second, the lack of coordination from one field to another in BKD to fulfill the right and duty in getting involved in SIMPEG implementation itself, third the staff planning: planning of need, staff placement, or education and training are only based on the available suggestion, not from formation of position analysis result. The use of information in decision making is merely for staff appointment in structural position. The technology (hardware, software, network/data communication) has supported the implementation of SIMPEG both in quality and quantity; even the available software has ability to make automation especially at the addition of periodic salaries increase and promotion. From the human resources aspect, it is needed more personnel who understand about the system so that the staff are not only dependent on one person who has known and comprehend the system. Finally Lack of commitment and leadership in dispatching management system is functioning

Kata Kunci : Analisis, simpeg, kegagalan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.