Laporkan Masalah

KONFLIK, KEKERASAN, DAN KRIMINALITAS DI IBU KOTA REPUBLIK INDONESIA YOGYAKARTA TAHUN 1946 – 1950

Duto Wijayanto, S.Pd., Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A.

2011 | Tesis | S2 Sejarah

Studi ini membahas tentang konflik, kekerasan, dan kriminalitas yang terjadi di Ibu Kota Republik Indonesia Yogyakarta sejak tahun 1946 hingga tahun 1950. Permasalahan pokok studi ini adalah meningkatnya tindak kekerasan dan kriminalitas di Yogyakarta pada masa revolusi ketika terjadi perubahan struktur sosial yang cepat. Pembahasan dalam studi ini dilihat dalam beberapa konteks perubahan yaitu, satu, perubahan status Yogyakarta menjadi Ibu Kota Republik Indonesia, dua, perubahan demografis di Yogyakarta, dan tiga, persaingan politis serta ideologis antar kelompok-kelompok di dalam Ibu Kota Republik Indonesia. Studi ini merupakan sejarah sosial, karena menggambarkan perubahan-perubahan sosial yang terjadi di Yogyakarta sejak menjadi Ibu Kota Republik Indonesia. Perubahan komposisi demografis dan perubahan struktur sosial yang cepat di Yogyakarta akhirnya menjadi factor pemicu terjadinya konflik, tindak kekerasan, dan kriminalitas pada masa revolusi. Studi ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan sumber berupa surat kabar, majalah sezaman, dan para informan yang sangat membantu penulis dalam mengungkap masalah yang di teliti. Studi ini memperlihatkan bahwa konflik, kekerasan, dan kriminalitas yang terjadi di Yogyakarta pada masa revolusi dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu, Satu, meledaknya jumlah penduduk sebagai akibat masuknya ratusan ribu pengungsi ke Yogyakarta dan sekitarnya. Dua, adanya perebutan kekuasaan dan penumpasan lawan dengan kekerasan sebagai akibat terjadinya persaingan politis dan ideologis antar kelompok-kelompok di dalam Republik Indonesia. Situasi ini melahirkan kompetisi yang tidak sehat. Ketiga, agresi militer dan blokade yang dilakukan Belanda atas wilayah Republik Indonesia. Kesimpulan yang bisa diambil dari studi ini adalah budaya kekerasan yang dimiliki oleh bangsa ini sejak dahulu senantiasa dipakai sebagai senjata untuk menyelesaikan setiap persoalan.

This study discusses about conflict, and crime that occurred in the capital city of Indonesian Republic, Yogyakarta, from 1946 until 1950. The main problem of this study is the increasing of violence and criminality in Yogyakarta during the revolution era when there are rapid changes in social structure. The discussion of this study is the changes in some context, they are : 1). The status change of Yogyakarta became the capital city Indonesia Republic, 2). The demographic changes in Yogyakarta, and 3). The political and ideological competition between the groups in the capital city of Indonesian Republic. This study is a social history, as it illustrates about the social changes that occurred in Yogyakarta since becoming the capital city of Indonesian Republic. The changes of demographic composition and social structure of the rapid changes in Yogyakarta eventually became a trigger factor for conflict, violence, and crime during the revolution era. This study uses historical research methodology. References from newspaper and magazine help the writer in covering all problems of this study. In addition, the informants who know and experience the events that occurred at the time becomes a complement to write this research, so then the real description of the past becomes clearer. This study shows that conflict, violence and crime that occurred in Yogyakarta during the revolution influenced by three factors, they are : 1). The population explosion as the result of hundreds even thousands of refugees coming into an area that is narrower and less fertile, 2). The power struggle and crushing opponents with violence as a result of political and ideological competition between groups in Indonesian Republic. This situation conveyed an unhealthy competition to achieve the power, and 3). The military aggression and blockade of the Dutch over the territory of Indonesian Republic. The conclusion of this study is the culture of violence is always used as a weapon to solve every problem.

Kata Kunci : Revolusi, Konflik, Kekerasan, dan Kriminalitas.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.