PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Kasus Tentang Pelaksanaan Program Wajib Tanam Kakao Kampung Imsar Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura)
Andrias Gobai, Drs. Purwanto, M.Phil.
2011 | Tesis | S2 SosiologiProgram Pemberdayaan masyarakat melalui gerakan Wajib Tanam Kakao (GWTK) merupakan usaha Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam memberdayakan masyarakat di daerah pedesaan. Diharapkan program tersebut dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usahatani kakao, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan hasil pemberdayaan melalui program GWTK. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, maka digunakan metode deskriptif kualitatif unuk mendeskripsikan bentuk proses dan hasil pemberdayaan petani kakao di Kampung Imsar. Data yang diperoleh bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam terhadap informan kunci berdasarkan pedoman wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai instansi yang relevan dengan penelitian ini. Informan ditentukan sebanyak 25 orang yang berasal dari 3 kelompok, yakni pemerintah (3 orang), tokoh masyarakat yang terdiri dari tokoh adat (2 orang), tokoh perempuan (1 orang), tokoh agama (1 orang) serta petani kakao (18 orang). Analisis data dilakukan secara deskriptif, untuk menggambarkan bentuk, proses dan hasil pemberdayaan, serta peran dari pihak pemerintah, petani kakao (kelompok tani) serta tokoh-tokoh masyarakat yang terlibat langsung dalam program Gerakan Wajib Tanam Kakao. Hasil analisis menunjukan bahwa program GWTK telah memberdayakan petani kakao di kampung Imsar, hasil program ini adalah peningkatan pendapatan yang diperoleh dari peningkatan produksi biji kakao, selain itu petani telah mampu mengalokasikan pendapatan yang diperolehnya untuk mendapatkan sarana produksi lain yang akan digunakan dalam proses produksi berikutnya, selain itu pendapatan yang diperoleh juga telah dialokasikan untuk kegiatan konsumtif lainya seperti penddidikan dan sebagian lagi dapat disimpan. Pihak pemerintah, tokoh masyarakat, petani kakao dan kelompok tani, telah berperan dalam meningkatkan pendapatan petani kakao. Pemerintah berperan dalam hal pengembangan jaringan pemasaran biji kakao kering, bantuan sarana produksi dan teknik budidaya. Kelompok tani KUBE, berperan mengakomodir dan menjembatani kepentingan serta kebutuhan anggota petani dengan pemerintah terutama dalam hal akses sarana produksi pertanian dan modal usaha.
Empowering program communities through Cocoa Cultivation Mandatory movement (GWTK) is a business Jayapura Regency Government in empowering people in rural areas. It is hoped the program could improve the ability of farmers to manage cocoa farms, which in turn can increase farmers' income and welfare. This study aims to determine the shape and outcomes of empowerment through GWTK program. To answer this reseach purpose, then used a qualitative descriptive method described transform and shape the process and outcome empowerment of cocoa farmers in Imsar village. The data obtained were derived from primary and secondary data. Primary data obtained from in-depth interviews with key informants interviews based on guidelines, while the secondary data obtained from various agencies that are relevant to this study. The informant is determined as many as 25 people from three groups, namely government (3 people), community leaders consisting of traditional leaders (2 men), women leaders (1 person), religious leaders (1 person) as well as cocoa farmers (18 persons) . Data analysis was performed descriptively, to describe the forms, processes and outcomes of empowerment, as well as the role of the government, cocoa farmers (farmer groups) as well as prominent community leadership directly involved in the program Compulsory Planting Movement of Cocoa. The results of the analysis indicate that the program has empowered GWTK cocoa farmers in the village Imsar, the results of this program is to increase revenue earned from increased production of cocoa beans, in addition to farmers have been able to allocate the income he earned for other production facilities that will be used in the next production process, other than that earned income has also been allocated for other consumptive activities such as penddidikan and some can be saved. The government, community leaders, cocoa farmers and farmer groups, has been instrumental in improving cocoa farmer incomes. The government plays a role in terms of the development of dry cocoa beans network marketing, production facilities and technical assistance cultivation. KUBE farmer groups, and bridging role to accommodate the interests and needs of farmers by the government, especially in terms of access to agricultural inputs and capital.
Kata Kunci : Pemberdayaan, Petani Kakao, GWTK