Laporkan Masalah

PROGRAM BERAS UNTUK KELUARGA MISKIN (RASKIN) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT (Studi di Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara)

Ali Mochtar Jaya, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc

2011 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Fenomena kemiskinan, kelaparan, dan gizi buruk yang tampil secara masif dalam beberapa tahun terakhir kembali menegaskan akutnya insekuritas pangan di tingkat rumah tangga. Guna mengatasi persoalan pangan tersebut, pemerintah mencoba untuk memberi bantuan kepada masyarakat berupa beras miskin untuk keluarga miskin yang dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan dan beban hidup masyarakat miskin. Daerah Parigi yang menjadi lokasi penelitian ini adalah salah satu daerah yang mendapatkan bantuan beras miskin. Parigi yang adalah daerah tandus dan sangat tergantung dengan bantuan beras miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. Hal ini terjadi karena terjadinya perubahan pola konsumsi ditengah masyarakat Parigi dari jagung menjadi beras. Program bantuan beras miskin diharapkan bisa menjadi solusi di tengah-tengah masyarakat miskin demi terciptanya ketahanan sosial masyarakat yang berimbas kepada ketahanan Nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terlibat, wawancara mendalam, wawancara berkelompok (FGD) kepustakaan atau dokumen/arsip. Informan dari penelitian ini adalah terdiri dari masyarakat miskin Parigi, tokoh-tokoh adat dan masyarakat setempat dan pemerintah. Teknik analisis digunakan yaitu model analisis interaktif, yaitu analisis yang bergerak dalam tiga komponen besar terdiri dari reduksi data (data reduction), sajian data (data display), dan penarikan kesimpulan serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Teori yang dipakai adalah teori ketahanan sosial, evaluasi kinerja program pembangunan dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bantuan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat miskin belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dalam praktikya masih banyaknya terjadi kelemahan, seperti tidak tepat sasaran, kurangnya sosialisasi dan transparansi dalam penyaluran, serta tidak sesuainya jumlah jatah beras yang seharusnya diterima oleh masyarakat yang telah ditentukan oleh pemerintah. Namun, jika dilihat dari segi ketahanan sosial masyarakat, bantuan beras miskin mampu menjaga ketahanan pangan masyarakat. Adapun implikasi raskin terhadap ketahanan sosial masyarakat dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu ketahanan secara ekonomi, sosial dan politik. Ketahanan ekonomi adalah bantuan beras miskin dapat dijadikan sebagai solusi bagi masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Sedangkan ketahanan sosial adalah mampunya bantuan beras miskin menciptakan masyarakat yang hidup rukun dan solidaritas tinggi, sedangkan dari implikasi politik adalah terciptanya kondusi politik yang kondusif ditengah-tengah masyarakat Parigi yang tentunnya semua terbut berimbas kepada ketahanan nasional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program bantuan beras miskin selama ini mampu menjadi solusi bagi masyarakat Parigi dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat miskin Parigi, jika ketahanan pangan masyarakat sudah tercipta maka secara tidak langsung akan berimbas kepada ketahanan nasional. Di samping itu, pemerintah perlu mengevaluasi kembali program bantuan beras miskin tersebut demi perbaikan untuk program berikutnya.

The phenomena of poverty, hunger, and bad nutrient that appeared massively in several recent years showed that there is a critical or acute of food insecurity in household level. To solve the food problem, the government tries to give help to society by beras miskin aid program (rice for poor society). The purpose is to decrease poverty and life burden of poor people. Parigi district as the location in this study is one of a district that gets help of beras miskin aid program. In which, Parigi district is an infertile land which is dependent upon helping of beras miskin in fulfilling the food need of Parigi’s society. It is because of the consumption system changing at Parigi’s society from corn to rice. The program of beras miskin aid is expected to be a solution for poor family to create society social resilience. As a result, it can increase national resilience. This study used descriptive analysis method with example study approach. Technique of data collection includes observation participation, intensive interview, and grouped interview to librarian or document. The informants in this study consist of poor family in Parigi, custom figures, people, and government. Analysis technique used in this study is interactive analysis model that is an analysis that involves three big components, namely data reduction, data display, and taking a conclusion. Besides that, the data are analyzed by qualitative descriptive. Furthermore, the theories used are poverty concept, social resilience concept, work evaluation of development program, and social changing. The result of this study shows that food aid program done by government to decrease burden of poor family is not run well yet. In which, there are still many weakness in implementation of this program like unsuitable target, decreasing of socialization, and transparency in distribution, and there is unsuitable the number of availability between beras miskin aid and poor family. Nevertheless, if it is viewed from society social resilience, beras miskin aid can keep society food resilience. Moreover, the implication of beras miskin aid to society social resilience can be seen in three aspects, namely economical, social, and political resiliences. In economical resilience, beras miskin aid program can be a solution to poor family in fulfilling their food need. Likewise, in social resilience, beras miskin aid program can create harmonious life and high solidarity in society life. In political resilience, beras miskin aid program can create conducive politics for society in Parigi. As a result, these phenomena can help to increase national resilience. The conclusion of this study shows that beras miskin aid program can be a solution for Parigi’s society in keeping food resilience for poor family in Parigi. If food resilience is good, national resilience will be better. Besides that, the government needs to reevaluate beras miskin aid program for improvement or perfectness to next program.

Kata Kunci : Kemiskinan, Bantuan Beras Miskin dan Ketahanan Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.