Laporkan Masalah

Resistensi Perempuan: Kajian Hegemoni Gramsei Dalam Novel \"Sintren\" Karya Dianing Widya Yudhistira

AMRIN, S.S, Dr. Juliasih K., S.U.

2011 | Tesis | S2 Sastra

Objek kajian dalam penelitian ini adalah perlawanan dan negosiasi perempuan dalam novel Sintren. Penelitian perlawanan dan negosiasi perempuan menggunakan teori hegemoni Gramsci dan kritik sastra feminis sebagai objek formal. Posisi perempuan yang subordinasi dibentuk dan dikontruksi baik secara sosial maupun budaya. Adanya perbedaan seks dan jenis kelamin sengaja dibentuk oleh patriarki dan kapitalis demi keberlangsungan hegemoni kaum lakilaki. Perlawanan perempuan terjadi karena adanya ketidakadilan dan kesenjangan gender dalam masyarakat. Fenomena di atas menyebabkan kaum perempuan melakukan counter hegemony sebagai bentuk perjuangan untuk merekontruksi posisi perempuan sehingga dapat mencapai keadilan jender. Secara teoretis penelitian ini bertujuan untuk mengungkap resistensi dan negosiasi perempuan terhadap hegemoni patriarki dalam novel Sintren. Secara praktis penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagaimana perjuangan perempuan agar berhasil mencapai kesetaraan gender seperti yang diinginkan oleh kaum feminis. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa posisi perempuan yang subordinasi merupakan hasil kontruksi patriarki dan kapitalis baik secara sosial maupun budaya. Posisi perempuan yang subordinasi memiliki kesempatan untuk mendominasi laki-laki ketika perempuan mampu untuk memanfaatkan potensi diri dan kecerdasannya. Kesempatan perempuan untuk merekonstruksi posisi perempuan akan terjadi ketika perempuan memiliki posisi tawar yang kuat terhadap dominasi patriarki. Posisi tawar perempuan akan memunculkan negosiasi ulang dari patriaki. Perjuangan perempuan untuk keluar dari hegemoni patriaki dan kapitalis harus dilakukan secara kolektif. Di samping itu keberhasilan perlawanan dan negosiasi perempuan harus ditunjang pula oleh kesadaran perempuan bahwa mereka adalah kaum tertindas sehingga secara kolektif mereka melakukan perlawanan terhadap posisinya yang tersubordinasi.

The study object in this research is woman negotiation and resistance in Sintren novel. The research of resistance and woman negotiation uses Gramsci hegemony theory and feminist art criticism as formal object. Woman position which is subordination formed and deconstructed, either through culture or the subordinate position of woman is social. The differences of gender and sexes intend to be formed by capitalist and patriarchies of the existence of hegemony. Woman resistance happened due to the difference and inequality of gender in society. That phenomenon causes woman to do counter hegemony as struggle a form of to reconstruct woman position so that they get the justice of gender. Theoretically this research aims to express woman negotiation and resistance to ward patriarchy hegemony in Sintren novel. Practically, this research can give on the success of woman struggle in getting equivalence of gender such as those wanted by feminist clan. The conclusion of this research can be that the subordinate position of woman represents the result of patriarchy construction and capitalist either through cultural or social. The subordinate position of woman has an opportunity to dominate men, when woman can make good use of self potencies and intelligence. The opportunity especially woman to reconstruct their position will happen when she has strong bargaining position toward patriarchy domination. Woman struggle to go out from patriarchies hegemony and capitalist must be done collectively. Despitefully efficacy Woman’s bargaining position will peep out renegotiation from patriarchies. The success of woman negotiation and resistance must be supported by their awareness as an oppressed clan so that they will against their subordinate position collectively.

Kata Kunci : hegemoni, patriarki,perlawanan, negosiasi, kritik sastra feminis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.