PENGARUH PENGGUNAAN DAGING BUAH PALA (Myristica frangrans Houtt) PADA KEPADATAN KANDANG YANG BERBEDA TERHADAP KINERJA AYAM BROILER
Sri Utami, Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA.
2011 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level pemberian tepung daging buah pala dan tingkat kepadatan kandang yang berbeda terhadap kinerja ayam broiler. Seratus delapan puluh (180) ekor ayam broiler strain Lohman jenis kelamin jantan secara acak dibagi menjadi 36 kelompok yang mendapatkan pakan sesuai dengan periode pemeliharaan ayam broiler dan air minum diberikan secara ad libitum. Perlakuan terdiri dari sembilan kombinasi yaitu percobaan luas lantai 0,10; 0,08; 0,06 m2/ekor dan level daging buah pala adalah 0; 1; dan 2% dengan empat kelompok sebagai ulangan masing-masing terdiri dari lima ekor. Percobaan biologis dilakukan selama 5 minggu. Sebelum dilakukan pemotongan diambil sampel darahnya untuk selanjutnya dilakukan analisis laboratorium kadar leukosit darah. Kadar glikogen sesaat setelah pemotongan, kadar asam laktat dan derajat keasaman daging paha dilakukan enam jam setelah pemotongan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3, apabila berbeda nyata dilakukan uji banding dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan level aditif tepung daging buah pala pada luas kandang yang berbeda berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konversi pakan, jumlah leukosit, glikogen daging dan asam laktat daging, tetapi terhadap bobot karkas, persentase bobot karkas, persentase bobot lemak abdominal dan derajat keasaman daging menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Terjadi interaksi antara luas kandang dengan level aditif terhadap konsumsi ransum ayam broiler. Penggunaan level aditif tepung daging buah pala level 2% pada luas kandang 0,10 m2/ekor dapat meningkatkan pertambahan berat badan, dan efiensi pakan.
This research was conducted to study the effect of using levels of nutmeg powder and different levels of floor space on broiler performance. One hundred and eighty male broiler chickens of Lohmann strain were randomly divided into 36 groups that given feed according to the broiler chicken maintenance periode. Drinking water was given ad libitum. The treatments consisted of nine combinations with of floor space 0.10; 0.08; 0.06 m2/bird and level of “nutmeg powder†which were 0; 1; 2% with four groups as replication, consisted of five broiler. Biological experiment was held during 5 weeks. Before slaughtering, blood samples were taken for laboratory analysis including measurement of leucocytes level, glycogen level before slaughtering, lactic acid level and level of thigh meat acidity which were six hours after slaughtering. Data would be analyzed using variance analysis of completely randomized design, 3 x 3 factorial pattern provided significant effect, and followed with Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results of this research showed that the use of additive level on different floor space was significantly effect on feed consumption, average weight gain, feed conversion total leucocytes, meat glycogen and meat lactic acid. The level of meat acidity, carcass weight, carcass weight percentage, abdominal fat weight percentage did not show a significant effect. There was an interaction between floor spaces with additive level on consumption of broiler feed. The use of 2% nutmeg powder on floor space 0.10 m2/bird was able to increase the average weight gain and feed efficiency.
Kata Kunci : Broiler, Tepung daging buah pala (Miristica fragrans Houtt), Luas lantai, Jumlah leukosit, Karakteristik karkas.