KORELASI TANDA-TANDA FISIS PADA IRIS TERHADAP KELUHAN DISMENORE PADA WANITA
AGATHA MAHARDIKA ANUGRAYUNING JIWATAMI, Dr. Gede Bayu Suparta,
2011 | Tesis | S2 Ilmu FisikaPenelitian untuk mengetahui korelasi tanda-tanda fisis pada iris mata area organ reproduksi (ovarium dan rahim) terhadap keluhan dismenore pada wanita telah dilakukan. Pengamatan dilakukan dengan mengambil citra iris kanan dan kiri wanita usia 21-29 tahun. Citra iris kanan dan kiri yang diambil dikelompokkan ke dalam kelompok 4 tingkatan nyeri sesuai dengan keluhan dismenore yang dirasakan. Empat tingkatan nyeri dalam penelitian ini yaitu tidak nyeri, agak nyeri, nyeri dan nyeri sekali. Dalam pengambilan citra, kamera SLR menggunakan lensa zoom 70-200 dan digandeng dengan filter makro untuk memperkecil jarak fokus minimum antara mata dan lensa kamera. Digunakan pencahayaan langsung yang difokuskan ke area iris untuk mendapatkan detail informasi pada iris. Kamera disangga dengan tripod untuk mengurangi goncangan saat pengambilan citra. Citra diolah menggunakan software ImageJ untuk meningkatkan kualitas citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat nyeri yang dirasakan saat haid, semakin panjang, lebar dan gelap garis pada area ovarium atau pada area rahim. Kisaran panjang garis pada area ovarium sampel yang tidak merasakan nyeri 0,15 mm – 0,74 mm, sampel yang agak nyeri 0,19 mm – 1,09 mm, sampel yang merasa nyeri 0,63 mm – 1,27 mm dan sampel yang merasa sangat nyeri saat haid 0,63 mm – 1,92 mm. Kisaran panjang garis pada area rahim sampel yang tidak merasakan nyeri 0,30 mm – 0,69 mm, sampel yang agak nyeri 0,38 mm – 1,33 mm, sampel yang merasa nyeri 0,41 mm – 1,42 mm dan sampel yang merasa sangat nyeri saat haid 0,38 mm – 1,71 mm.
A research to find out the correlation of the physical signs of reproduction organ area in iris (ovarium and uterus) to dysmenorrhea complaints on woman has been carried out. Monitoring is done by capturing left and right iris image from woman between 21 and 29 years old. The left and the right iris images are grouped in 4 level of pain based on dysmenorrhea complaints. They are no pain, less pain, pain and lots pain. To capture images, SLR camera uses zoom lens 70 -200 mm coupled with macros filter to shorten minimum focus distance between eye and lens. Artificial lighting is straightly pointed to iris area to capture detail information. Camera is steadied by tripod to reduce shake. Image is analyzed by software ImageJ to enhance its quality. Result of the research shows that the more woman dysmenorrhea complaints, the longer, wider and darker line on iris. The length line estimation on samples ovarium area which are don’t feel pain is 0,15 mm – 0,74 mm, samples which are feel less pain is 0,19 mm – 1,09 mm, samples which are feel pain is 0,63 mm – 1,27 mm and samples which feel lots pain is 0,63 mm – 1,92 mm. The length line estimation on samples ovarium area which are don’t feel pain is 0,30 mm – 0,69 mm, samples which are feel less pain is 0,38 mm – 1,33 mm, samples which are feel pain is 0,41 mm – 1,42 mm and samples which feel lots pain during menstruation is 0,38 mm – 1,71 mm.
Kata Kunci : iridologi, iris, diagnosa, organ reproduksi, dismenore.