PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MELALUI METODE VERMICOMPOSTING DENGAN PENAMBAHAN KULIT ARI KEDELAI
Setyawati Hernaningsih, Dr. Ir. P.C. Sumardi, SU.
2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem TeknikVolume sampah organik yang berasal dari rumah tangga akan terus meningkat seiring dengan aktivitas konsumsi manusia. Sampah organik rumah tangga lebih cepat mengalami pembusukan daripada sampah anorganik sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap. Pengomposan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi sampah. Kulit ari kedelai yang masih banyak mengandung protein berfungsi sebagai sumber nitrogen pengomposan. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pengaruh penambahan kulit ari kedelai pada pengomposan sampah organik rumah tangga terhadap waktu pengomposan dan kualitas kompos yang dihasilkan? (2) Apakah pengomposan sampah organik rumah tangga melalui metode vermicomposting dengan penambahan kulit ari kedelai dapat memberikan keuntungan secara ekonomi? Metode penelitian pengomposan sampah organik dilakukan untuk skala rumah tangga. Alat pengomposan berupa kotak kayu dengan kapasitas 20kg (massa), berukuran panjang x lebar x tinggi = 60cm x 40cm x 20cm. Bahan baku terdiri dari sampah organik rumah tangga , kotoran sapi dengan perbandingan 3: 1 dan menggunakan biodekomposer cacing tanah Pheretima sp. Berat sampah yang dikomposkan untuk setiap komposter adalah 15 kg(massa) dan berat cacing tanah yang digunakan adalah 0,5kg (massa). Penelitian dilaksanakan dengan 4 macam perlakuan, yaitu V0 tanpa penambahan kulit ari kedelai, V1,V2, dan V3 masing-masing dengan penambahan kulit ari kedelai 5%, 10%, dan 15% dari berat bahan baku. Parameter yang diukur meliputi temperatur, pH, C, N, C/N rasio, P, K dan kadar air. Parameter temperatur diamati setiap hari pada pukul 06.00 WIB, 12.00 WIB dan 18.00 WIB. Parameter pH diamati setiap hari satu kali. Pengujian parameter C, N, kadar air dan C/N rasio dilakukan pada hari ke-8, 15 dan 22. Pengujian parameter P dan K dilakukan pada hari ke-1 dan hari ke-22. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan SNI 19-7030-2004 untuk mengetahui kriteria hasil pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit ari kedelai pada pengomposan sampah organik rumah tangga dengan metode vermicomposting mampu mempercepat waktu pengomposan, yaitu tercapai pada hari ke-22 dan berpengaruh terhadap kadar nitrogen, K2O, dan temperatur. Hasil yang paling baik adalah V2 yaitu dengan penambahan kulit ari kedelai 10% bahan baku, mempunyai kadar carbon (13,53%), nitrogen(1,15%), C/Nrasio(11,75), P2O5(0,94%), K2O(1,76%). Parameter kualitas kompos memenuhi SNI 19-7030- 2004 Berdasar analisa ekonomi yang meliputi perhitungan BEP, PBP, ROI dan BCR maka usaha kompos ini layak untuk dilakukan .
The volume of organic waste from households will increase continuosly along with the activity of human consumption. Household organic waste decay faster than the inorganic waste, generating a dreadful smell. Composting is one of the effective methods to solve this waste. Epidermis of soybean which contains a lot of protein serves as a nitrogen source for composting. The problems of this study are (1) How is the effect of the addition of epidermis soybean on composting household organic waste? (2) Is this composting household organic waste through vermicomposting method with the addition of soybean epidermis may provide economic benefits? This research method of household organic waste conducting in household scale. Equipment made by wooden box with 20 kgM capacities, the size is consist using length x width x height = 60cm x 40cm x 20cm. Raw material of household organic waste and cow manure with comparison of 3: 1 and Pheretima sp. earthworm as biodecomposer. Heavy of trash that composted for each composter is 15 kg(massa) and weight of earth worms used is 0.5 kgM. The experiment conducted with 4 conditions, which is: V0; as a variation control without the addition of soybean epidermis, V1; 5%, V2; 10%, and V3; 15% of soybean epidermis addition from raw materials. The compost parameters are: temperature, C, N, P, K, pH, water content and C/N ratio. Temperature parameter was observed every day at 06.00 am, 12.00 am and 18.00 pm. pH parameter was observed one time each day. The parameters C, N, water content and C/N ratio was tested at day 8 th , 15 th and 22 th . The parameters P and K was tested day 1 st and day 22 nd . The obtained data then compared to SNI 19-7030-2004 to find out the criteria for composting results. The results showed that the addition of soybean epidermis of household organic waste composting with vermicomposting method can able to accelarate composting time, on day 22 and it will influenced of the nitrogen, K2O, and temperature contents. The best compost quality is V2 sample code by using addition of 10% soybean epidermis. The characteristic of compost produced consist: carbon content (13.53%), nitrogen (1.15%), C/N ratio (11.75), P2O5 (0.94%), K2O (1.76%). This compost quality is fulfill the criteria of SNI 19-7030- 2004. Based on economic analysis that includes the calculation of the BEP, PBP, ROI and BCR so the composting business is feasible.
Kata Kunci : Pengomposan, Sampah Organik RumahTangga, Kotoran Sapi, Vermicomposting, Kulit Ari Kedelai