Laporkan Masalah

QUALITY IMPROVEMENT OF CLEAN WATER FROM MAHAKAM RIVER USING MORINGA OLEIFERA SEED POWDER AND COCONUT SHELL CHARCOAL

novita debora nathen, Mohammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng.

2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Kota Samarinda merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Timur, memiliki luas wilayah 718 km² dan jumlah penduduk 770.753 jiwa. Sungai Mahakam menjadi salah satu sarana transportasi terpenting di propinsi Kaltim, yang tak pernah sepi dari lintasan kapal motor dan kapal kontainer. Meskipun air sungai menjadi keruh dan berwarna kecoklatan karena mengandung partikelpartikel tanah, lumpur serta unsur logam berat dari campur rembesan air limbah industri pabrik dan aktivitas warga pinggir sungai, air Sungai Mahakam hingga kini masih tetap menjadi kebanggaan warga Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda dan Kutai Kartanegara. Penelitian ini menggunakan serbuk biji kelor (Moringa Oleifera) sebagai bahan adsorben alami, dengan menggunakan prinsip proses adsorpsi guna menurunkan kadar ion besi (Fe2+), kekeruhan, serta meningkatkan nilai pH air sungai Mahakam. Penelitian ini juga menggunakan arang tempurung kelapa sebagai penetral bau pada air yang ditimbulkan dari proses adsorpsi serbuk biji kelor, arang tempurung kelapa di kemas secara rapi dengan kertas saring (seperti teh celup) agar tidak mengotori air yang telah di jernihkan. Penelitian ini menggunakan 1 liter air sungai Mahakam dengan memvariasikan berat serbuk biji kelor (0,8 g/L, 1 g/L, 3 g/L dan 5 g/L) dan waktu kontak pengendapan (0 mnt, 15 mnt, 30 mnt, 60 mnt, 90 mnt, 120 mnt, 150 mnt dan 180 mnt). Hasil penelitian menunjukakan bahwa serbuk biji kelor dapat menurunkan kadar ion besi, kekeruhan dan meningkatkan nilai pH dalam air. Biji kelor (Moringa Oleifera) mengandung senyawa protein kationik dan zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung, dengan partikel kotoran melayang di dalam air. Dari variasi berat serbuk biji kelor dan waktu kontak pengendapan didapat nilai optimal dalam 1 liter air, dengan menggunakan 1 g/L serbuk biji kelor dan 60 mnt waktu kontak pengendapan didapat hasil terbaik yaitu : penurunan ion besi (Fe2+) 3,786 mg/L menjadi (Fe2+) 0,192 mg/L (turun hingga 94,93%), penurunan kadar kekeruhan dari 30,6 NTU menjadi 3,96 NTU dan pH air menjadi 6,32.

Samarinda is the capital city of East Kalimantan with the area of 718 km2 and the population of 770.753. Mahakam river is one of the most important transportation infrastructure in the East Kalimantan Province. Despite of the turbid and brownish water because of soil particles, mud and even heavy metal element from industrial waste and activities from people who live near the river, it still remains the pride of East Kalimantan, especially Samarinda and Kutai Kartanegara. The research uses Moringa Oleifera seed powder as a natural adsorbent in the adsorption process to reduce the level of iron ions (Fe2+), turbidity and to increase the pH value of the water in the Mahakam river. It uses coconut shell charcoal to eliminate odors from the adsorption process with Moringa Oleifera seed. The raw material is water from Mahakam river with the dosage variation of Moringa Oleifera seed powder ( 0,8 g/L, 1 g/L, 3 g/L dan 5 g/L ) and the time of precipitation (0 minute, 15 minute, 30 minute, 60 minute, 90 minute, 120 minute, 150 minute and 180 minute). The result shows that the Moringa Oleifera seed powder able to reduce the concentration of iron ions, turbidity and increase pH value of water. Moringa Oleifera seed contain cationic protein compounds and active rhamnosyloxybenzil- isothiocyanate that use able to adorp and neutralize mud particles and metal that are contained in wastewater with floating waste particle in the water. From variety the dosage of the Moringa Oleifera seed powder and the time of precipitation, it is obtained optimum value in 1 liter water with 1 g/L of Moringa Oleifera seed powder and 60 minute contact time with the results of iron ion reduction (Fe2+) 3.786 mg/L to Fe2+0.192 mg/L (down to 94.93 %), reduction of turbidity level from 30.6 NTU to 3.96 NTU and pH water to 6.32.

Kata Kunci : serbuk biji kelor (Moringa Oleifera), arang tempurung kelapa, besi (Fe 2+ ), zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, protein kationik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.