Laporkan Masalah

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MODEL PENGOMPOSAN KOMUNAL DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS : RT I RW I KEL. BARRANG LOMPO DAN RT II RW X KEL. PA’BAENG-BAENG)

Pratiwi Natsir Putri, Dr. Eng. Wahyu Wilopo, ST., M.Eng.

2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dan faktor-faktor pengaruhnya dalam pengomposan komunal di wilayah suburban dan urban, untuk mengetahui korelasi pengomposan komunal dan faktor-faktor pengaruh partisipasi masyarakat terhadap tingkat partisipasi masyarakat di wilayah suburban dan urban, dan untuk mengetahui perbedaan tingkat partisipasi masyarakat di daerah suburban dibandingkan daerah urban. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, metode analisis korelasi, dan metode analisis perbandingan. Metode ini digunakan untuk menganalisis kuisioner yang telah dibagikan kepada responden. Sampel yang diperlukan dalam penelitian ini sebanyak 25 untuk tiap wilayah studi. Penelitian dilakukan di wilayah suburban yaitu di RT I RW I Kel. Barrang Lompo dan di wilayah urban yaitu di RT II RW X Kel. Pa’baeng-Baeng Kota Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di wilayah suburban adalah sebesar 65% dengan nilai penerimaan program pengomposan komunal sebesar 48% dan nilai keaktifan faktor pengaruh partisipasi masyarakat yang berjalan sebesar 56%, sedangkan wilayah urban memiliki tingkat partisipasi masyarakat sebesar 50% dengan nilai penerimaan program pengomposan komunal sebesar 59% dan nilai keaktifan faktor pengaruh partisipasi masyarakat yang berjalan sebesar 49%. Korelasi signifikan terjadi antara beberapa faktor dengan tingkat partisipasi masyarakat. Pada wilayah suburban korelasi signifikan terjadi antara tingkat partisiapsi masyarakat dengan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, sosialisasi, dan ketiga indikator pengomposan komunal yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi, dan tahap pemanfaatan. Sedangkan pada wilayah urban korelasi signifikan terjadi antara tingkat partisipasi masyarakat dengan umur, sosialisasi, dan kedua tahapan program pengomposan komunal yaitu tahap perencanaan dan tahap pemanfaatan. Perbedaan tingkat partisipasi masyarakat antara wilayah suburban dan urban terjadi pada tiap level dalam tingkatan partisipasi masyarakat yaitu level rendah yang berkenaan dengan partisipasi skala rumah tangga, level menengah yang berkenaan partisipasi skala lingkungan, dan level tinggi yang berkenaan dengan partisipasi skala manajemen. Wilayah suburban memiliki nilai tingkat partisipasi di tiap level partisipasi yang lebih tinggi dari wilayah urban.

The purposes of this research are to observe the degree of community participation and influence factors in communal composting in suburban and urban area, to observe the relationship between communal composting and influence factors of community participation in suburban and urban area, and to observe the differences of participation community of communal composting in suburban area compared to urban area. The research methodes used in this research were qualitative descriptive methode, analysis correlation methode, and analysis comparation methode. These methodes were used to analyse the questionnaire that have been spreaded to respondents. This research needed 25 samples each research area. This research was done in suburban area which is in RT I RW I Kel. Barrang Lompo and in urban area which is in RT II RW X Kel. Pa’baeng-Baeng Kota Makassar. This research result showed that community participation degree in suburban area was 65% with 48% of acceptance communal composting value and 56% of community participation influence factors activity value, whereas urban area had community participation degree 50% with 59% of acceptance communal composting value and 49% of community participation influence factors activity value. Significant correlation was occured between some factors and community participation degree. In suburban area, significant correlation occured among the community participation degree with level of education, level of income, socialization, and the three of communal composting indicators i.e planning phase, implementation phase, and utilization phase. Whereas in urban area, significant correlation occured among the community participation degree with age, socialization, and the two of communal composting indicators i.e planning phase and utilization phase. The different of community participation degree between suburban and urban area was occured in every level of community participation i.e. basic level related to participation in households scale, intermediate level related to participation in neighborhood scale, and high level related to participation in management scale. Suburban area has higher community participation degree in every participation level than urban area.

Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Pengomposan Komunal, Masyarakat Urban dan Suburban.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.