Laporkan Masalah

PERGESERAN STRATEGI POLITIK ISLAM DI MALAYSIA (Studi tentang Perilaku Politik UMNO dan PAS Pada Masa Pemerintahan Mahathir Mohammad dan Abdullah Ahmad Badawi)

Hamdan Daulay, Drs.,M.Si., Prof. Dr. Ichlasul Amal, M.A,

2011 | Disertasi | S3 Ilmu Politik

Pergeseran politik Islam di Malaysia cukup menarik untuk diamati dan diteli, khususnya pada fenomena politik yang dilakukan oleh UMNO dan PAS. UMNO sebagai partai penguasa yang berbasis etnis Melayu dan Islam bersaing keras dengan PAS sebagai partai pembangkang (oposisi) yang juga berbasis etnis Melayu dan Islam. Kedua partai ini mengalami pergeseran politik seiring dengan dinamika politik yang terjadi di tengah masyarakat. UMNO pada awalnya dikenal sebagai partai sekuler yang didukung oleh elit partai yang berlatar belakang pendidikan Barat. Dalam perkembangan berikutnya, UMNO bergeser menjadi partai yang banyak membuat kebijakan politik yang cenderung menguntungkan etnis Melayu dan umat Islam. Pergeseran politik UMNO yang semakin banyak menguntungkan umat Islam dan etnis Melayu terjadi pada masa pemerintahan Mahathir Mohammad. Mahathir Mohammad bahkan berhasil mengajak Anwar Ibrahim bergabung dengan pemerintah, padahal waktu itu Anwar dikenal sebagai tokoh ABIM yang sangat keras melakukann kritik pada penguasa. Kehadiran Anwar Ibrahim sebagai tokoh Islam ke lingkaran pemerintahan membuat kebijakan politik Islam semakin kuat dan nyata. Banyak kebijakan politik yang menguntungkan umat Islam dan etnis Melayu pada periode ini. Diantaranya, didirikan bank Islam, asuransi Islam, universitas Islam internasional, hingga dukungan besar yang diberikan kerajaan pada kegiatan dakwah mulai dari tingkat desa hingga nasional. Pergeseran strategi politik Islam di Malaysia mengalami pasang surut seiring dengan dinamika politik yang terjadi. UMNO sebagai partai penguasa, sekuler dan berbasis Melayu-Muslim sering berhadapan dan bahkan bersaing sengit dengan PAS sebagai partai Islam yang juga berbasis massa Melayu dan Islam. Massa pendukung PAS sebagai besar berada di pedesaan, fanatik pada Islam, ekonomi tergolong lemah, petani dan berpendidikan agama. Strategi politik Islam yang dilakukan UMNO dalam menghadapi dilema tersebut bisa disimpulkan, bahwa UMNO lebih logis dan rasional dengan melihat realitas masyarakat Malaysia yang multi etnik dan multi agama. UMNO bisa mengakomodir tuntutan Melayu-Islam dengan berbagai kebijakan politik yang menguntungkan mereka, dengan tidak menjadikan Malaysia sebagai negara Islam dan tidak merubah peraturan yang ada selama ini dengan syari'at Islam yang berasas pada al-Qur'an dan sunnah. Sementara strategi politik Islam yang diperjuangkan PAS terlalu ideal dan sulit diwujudkan di tengah masyarakat Malaysia yang multi etnik dan multi agama tersebut.

The shifts of Islam politics in Malaysia are very interesting to watch and observe, especially the political phenomenon done by UMNO and PAS.UMNO as the ruling party which is Malay-and-Islam-based is competing hard with PAS as the opposition which is also Malay-and-Islam-based. These two parties underwent political shifts as the political dynamics happened in society. UMNO was at first known as a secular party supported by the elite of the party having western education background. In its development, UMNO shifted into a party with many policies that somewhat benefited Malay ethnic and the Muslims. This shift, which benefited the Muslims and Malay ethnic, happened in the era of Mahathir Mohammacir/Mahathir Mohammad even succeeded in embracing Anwar Ibrahim as part of the government, while at that time Anwar was known as an important figure of ABIM known for the harsh criticisms towards the government. The presence of Anwar Ibrahim as a Muslim figure in the government circle made the policies of Islam politics more real and stronger, although Anwar Ibrahim was eventually dumped by Mahathir due to the dynamics of the politics happening in Malaysia. Irrespective of the political conflicts that occurred between Mahathir Mohammad and Anwar Ibrahim, it was undeniable that there were quite a number of policies benefitting the Muslims and Malay ethnic during this period. Among other benefits were the establishing of Islam banks, Islam insurance, International Islamic Universities, up to a huge support given by the royal family to propagate Islam from the scale of the village to a national one. Malaysia is actually a multi-ethnic and multi-faith society. The Malays only slightly outnumber half of the population, but they dominate the power of politics and culture. The rest are comprised of various ethnics such as Chinese and Indian. Islam and national identity together with the Malay politics have long beeiyntertwined, mirrored in the common belief that a Malay must be a Muslim.

Kata Kunci : Politik islam, Malaysia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.