Laporkan Masalah

KAJIAN AWAL PENGEMBANGAN EMBUNG UNTUK MENDUKUNG PEMENUHAN AIR BAKU DI PULAU KISAR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA

Lusje Imelda Latumakulita, S.T., Dr. Ir. Rachmad Javadi, M.Eng.

2011 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sarana Prasarn

Salah satu permasalahan utama dalam penyediaan air bersih di Wilayah Pulau Kisar Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan Kabupaten Maluku Barat Daya Propinsi Maluku adalah keterbatasan sumber air bersih yang dapat diandalkan baik jumlah maupun kualitas. Pada saat musim kemarau masyarakat terpaksa membeli air bersih dan sebagian masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi menggunakan air yang kualitasnya tidak layak. Walaupun tidak memiliki sumber air permukaan, daerah ini mempunyai sumber air baku yang potensial untuk di manfaatkan, diantaranya yaitu embung sebanyak 7 buah yang lokasinya tersebar di Pulau Kisar dan mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendukung ketersediaan air untuk memenuhi penyediaan air baku di Pulau Kisar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ketersediaan air di daerah tangkapan air, kebutuhan air pada daerah pelayanan embung serta neraca air pada embung Abusur . Hasil penelitian yang berupa fluktuasi volume air pada kondisi eksisting embung Abusur mengalami surplus air atau kelebihan air yang tersisa pada kolam embung sampai pada akhir musim kemarau. Pada bulan Nopember tersedia sisa tampungan air sebesar 32.363,9 m 3 dan total air yang terbuang berupa limpasan sebesar 59.370,5 m 3 . Mengingat hal ini maka dilakukan optimasi pemanfaatanya berupa penambahan kebutuhan sebesar 10 % maka volume air pada bulan Nopember menjadi 30.618,5 m 3 dan penurunan limpasan sebesar 1,48 %. Persentase kebutuhan air untuk rumah tangga sebesar 31,9 %, lahan kebun sayur 47,9% dan peternakan sebesar 20,3%, sedangkan analisa komponen imbangan air yang menguap sebesar 15,12 %, berbagai kebutuhan air sebesar 32,8 %, melimpas 17,48 % dan 34,52 % merupakan resapan. Optimasi pemanfaatan embung untuk perluasan daerah pelayanan dilakukan dengan cara meninggikan tubuh embung, sehingga dapat meningkatkan daya tampung air agar air dapat dimanfaatkan lebih besar dan fungsi embung lebih optimal.

One of the major problem on the clean water fulfilment in the shouthest areas of Islands of the Southwest Maluku District of Province Maluku is limited of sources of clean water quality. People are forced to buy clean water in dry season and some people who have limited economic condition use of unsafe water quality. Despite having no surface water sources, but the area has a potential sources to covered the water problem using 7 small reservoir in the island. This may be a strategic role in supporting the availability of raw water to meet water supply on the island. This study aims to assess the potential availability of water in the catchment area, water demand supported by this small reservoir of Abusur. The results of water availability in the form of fluctuations of the water volume in the resevoir experienced suplus until the end of the dry season. In November, a total volume of 32,363.9 m 3 was available, while a total volume of 59.370,5 m 3 was discharge in the form of run off. Based on the above condition using optimization is done by adding 10 % of the water demand and decreasing run off of about 1,48 % in November. Proportion of water for householdis about 31.9%, 47.9% vegetable gardens and farm land of 20.3%. Water balance analysis including the evaporation of about 15.12%, water demand was about 32.8%, runoff was about 17, 48% and water infiltration of about 34.52%. Reservoir optimization is proposed by increasing the height of dam, hence increasing the capacity of the reservoir for higher water utilization and optimized the reservoir functioning.

Kata Kunci : Ketersediaan Air, Kebutuhan Air, Neraca Air, Pengembangan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.