Laporkan Masalah

PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN TERNAK BABI DAN BUAH PINUS (pinus merkussii ) SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF BIOBRIKET

IRENE ROMA ANDILOLO,ST, Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Kelangkaan bahan bakar minyak dapat diatasi dengan mengembangkan potensi sumber energi terbarukan, seperti biomassa, sebagai sumber energi alternatif. Biomassa merupakan bahan organik yang dapat digunakan sebagai energi, yang berasal dari kayu, sisa – sisa tumbuhan ataupun dari kotoran ternak. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kotoran babi dan buah pinus dengan mengkonversi kedua jenis limbah tersebut ke dalam bentuk briket melalui proses pirolisis. Penelitian ini menggunakan 5 (lima) variasi dalam komposisi arang kotoran babi dan buah pinus, yaitu 100%:0%, 25%:75%, 50%:50%, 75%:25% dan 0%:100% serta bervariasi dalam ukuran saringan, yaitu 25 mesh, 35 mesh dan 50 mesh. adapun parameter yang diamati adalah nilai kalor, kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap (volatile matter) serta kadar karbon terikat (fixed carbon). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan menggunakan komposisi perbandingan komposisi campuran kotoran babi dan buah pinus 50%:50%, 25%:75% dan 0%:100% dengan ketiga variasi ukuran saringan 25 mesh, 35 mesh dan 50 mesh, kotoran ternak babi dan buah pinus sudah berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai biobriket dengan nilai kalor optimal diperoleh pada variasi ukuran saringan 25 mesh, yaitu masing-masing sebesar 5.520,34 kal/gram, 6.353,97 kal/gram, dan 7.147,08 kal/gram dan telah memenuhi standar SNI>5.000 kal/gram. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa briket dari kotoran babi dan buah pinus layak untuk dikembangkan dengan produksi arang biobriket 51.095 kg/tahun, dengan harga jual minimal Rp. 2.700,- /kilogram dan dapat memberi keuntungan sebesar Rp. 2.443.500,-/tahun. Briket dari kotoran babi dan buah pinus ini dalam aplikasinya dibatasi pada konsumen yang bisa menerima dan menggunakan briket ini sebagai bahan bakar alternatif.

The lack of the fuel could be overcome by developing the potency from renewable energy resources, such as biomass, as an alternative energy resources. Biomass is an organic matter that could be used as an energy, it could be derived from wood, the residue of the plants and livestock manure. The objective of this research is to utilize pig waste and pine cone by converting them into briquettee through pyrolysis process. This research used 5 (five) variables for pig waste and pine cone charcoal compotition, 0%:100%, 25%:75%, 50%:50%, 75%:25% and 100%:0% and variated in meshing size 25, 35 dan 50. The volatile matter, ash and water content, fixed carbon and calorific value are observed in this research. By using pig waste and pine cone compotition 50%:50%, 25%:75% and 0%:100% with meshing variants 25, 35 dan 50, pig waste and pine cone are potensial to be utilized as bio-briquette. And by using meshing 25, it will given the optimal calorific value, 5.520,34 kal/gram, 6.353,97 kal/gram, and 7.147,08 kal/gram and meeting the SNI>5000 kal/gram. The economic analysis showed that briquette from pig waste and pine cone are suitable to be developed with 51.095 kg/year biobriquettee charcoal production and with minimal sold price Rp. 2.000.-/kilogram will give annual profit Rp. 2.443.500.-/year. Briquette from pig waste and pine cone will be only used by the people who can take it as their alternative fuel.

Kata Kunci : kotoran babi, buah pinus, briket, pirolisis, energi alternatif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.