Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Bank Syariah Diwilayah DKI Jakarta Menurut Karakteristik Demografi
Intan Soraya A Karim, Dr. Slamet Santoso Sarwono, MBA.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenFatwa Majelis Ulama Indonesia dan Ormas Islam Muhammadiyah yang menyatakan bunga Bank Konvensional adalah haram dan termasuk kedalam riba, membuat konsumen muslim beralih menggunakan produk dan jasa Bank Syariah. Perpindahan konsumen Bank Konvensional ke Bank Syariah menandakan adanya faktor-faktor yang mempengarui konsumen dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Penelitian ini akan meneliti perbedaan faktor ekonomi dan faktor keagamaan dalam mendorong konsumen DKI Jakarta untuk menggunakan jasa Bank Syariah berdasarkan karakteristik demografi dengan menggunakan analisis uji t independent dan ANOVA satu arah. Penelitian dilakukan dengan teknik Convenience Sampling, dimana peneliti menyebarkan kuesioner pada dua Bank Syariah yaitu Bank Syariah Mandiri cabang pusat Thamrin dan Bank Muamalat Indonesia cabang Pusat Fatmawati. Dari hasil penyebaran kuesioner didapatkan 238 sampel responden dari dua Bank Syariah yaitu 155 responden Bank Mandiri Syariah, dan 83 responden Bank Muamalat Indonesia. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata dorongan faktor ekonomi dan faktor keagamaan yang signifikan antara pria dan wanita; antara pendidikan rendah dan tinggi; antara responden kelompok usia. ≤ 30 tahun, 31 – 40 tahun, > 41 tahun, serta tidak terdapat perbedaan rata-rata dorongan faktor ekonomi yang signifikan antara responden dengan tingkat penghasilan yang berbeda. Namun pada faktor keagamaan ditemukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata dorongan faktor keagamaan yang signifikan antara responden dengan tingkat penghasilan yang berbeda. Dari hasil tersebut diketahui bahwa responden berpenghasilan menengah memiliki pemahaman kurang terhadap syariah Islam dibanding responden berpenghasilan tinggi, Oleh karena itu diperlukan promosi yang mengedukasi agar para nasabah menjadi paham terhadap hubungan Bank Syariah dengan Syariah agama Islam dan terdorong untuk menggunakan produk dan jasa Perbankan Syariah.
Fatwa Indonesia Ulama Council and Muhammadiyah Islamic Organizations stating that Conventional Bank interest is haram and included into riba, making muslims consumers switch and start to used Islamic Banking products and services. Consumenr displacement Conventional Bank to Bank Syariah indicates consumers behaviour in consuming goods and services. This study will examine the differences in economic factors and religious factors in encouraging consumers to use the services of DKI Jakarta Islamic Bank based on demographic characteristics using independent t test analysis and one-way ANOVA. The study was conducted with a purposive sampling technique, which researchers disseminate questionnaires at two Bank Syariah, Bank Syariah Mandiri centrabranch l Thamrin and Bank Muamalat Indonesia central branch Fatmawati. The results of this study found that there was no difference in the average motivation of economic and religious factors between men and women; between low and high education, among respondents age groups ≤ 30 years, 31-40 years,> 41 years, and there is no difference on average a significant motivation economic factors between respondents with different income levels. But has been found that there are significantly differences in the average motivation of religious factors between respondents with different income levels. From the results it is known that middleincome respondents have less understanding of Islamic sharia than high-income respondents, therefore required promotion to educate customers so than costumers can understand the relationship between Islamic Bank and Islam law and encouraged costumer to use the Islamic Banking products and services.
Kata Kunci : Perilaku konsumen, faktor ekonomi, faktor keagamaan, Bank Syariah