Laporkan Masalah

Evaluasi Metode Seleksi Risiko Asuransi Jiwa Kredit Dan Dampaknya Terhadap Kinerja Keuangan Studi Pada PT. Asuransi Jiwasraya Persero

Dafras, Khomsiyah, Dr., MM.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Metode seleksi risiko yang diterapkan Jiwasraya kepada para debitur Bank BTN ternyata telah mengakibatkan ketakmampuan melakukan uji klaim meninggal dunia. Pencantuman jenis penyakit sebagai penyebab meninggal dunianya para debitur yang merupakan persyaratan pengajuan klaim, banyak yang meragukan. Selama pengamatan dilakukan menunjukkan bahwa secara medis adalah penyakitpenyakit menahun atau sudah diderita sebelum akad kredit ditandatangani. Namun demikian, klaim yang diajukan tidak dapat ditolak dan harus dibayarkan walaupun tidak adanya dokumen riwayat kesehatan saat proteksi asuransi jiwa kredit berlaku. Ketiadaan dokumen riwayat kesehatan akan membuat kecenderungan terjadi antiseleksi. Surplus underwriting sebagai salah satu ukuran kinerja keuangan perusahaan asuransi jiwa sangat sulit diraih. Penelitian yang dilakukan terhadap metode seleksi risiko yang diterapkan Jiwasraya, berhasil mengidentifikasi bahwa penyebab ketakmampuan uji klaim meninggal dunia oleh Jiwasraya adalah: (1). Akseptasi otomatis yang tidak mewajibkan setiap debitur melampirkan dokumen riwayat kesehatan, dan (2). tidak tercantumnya hak kontes klaim meninggal dunia pada naskah kerja sama dan/atau pada syarat-syarat umum polis. Ketiadaan aturan butir (1), dan (2) tidak cocok untuk segmen pasar asuransi jiwa kredit para debitur Bank BTN karena muatan risiko tertanggungnya sangat bersifat heterogen. Penerapan ketentuan butir (1), dan (2) hanya cocok untuk segmen pasar yang muatan risikonya bersifat homogen. Manfaat penelitian ini adalah untuk memperoleh solusi yang tepat agar semua pihak yang berkepentingan atas jalannya bisnis asuransi jiwa kredit terhadap para debitur Bank BTN memiliki kesetaraan mendapatkan manfaat.

Life Underwriting Method has implemented by Jiwasraya to the debitors of Bank BTN causing incontestability of death claim. Enclosement of the disease as cause of the debitor death have been doubt. The research result showed that the chronic diseases and the ill of the debitors which over a long period causing the death in medical side. However, Jiwasraya has not been able to decline each of death claim and must be paid it. The lack of the debitor life insurance application has created to antiselection action. Surplus underwriting as the one of some of life insurer financial performance indicator is difficult to reach. The research of life underwriting has implemented by Jiwasraya has identified that incontestability of death claim are: (1). The automatic acceptance with unconditioning of the debitor to attach the medical record when applied credit life insurance, (2). Lack of incontestable provision on the contract agreement and/or on the policy term on condition. Both of the requirement must be in life insurance market segmen with risk content are heterogenous like credit life insurance market segmen toward the debitors of Bank BTN. The research contribution is to obtain appropriate solution so that each of stakeholders in well run of the credit life insurance business toward the debitors of Bank BTN has been suited.

Kata Kunci : risiko, klaim, asuransi jiwa kredit, surplus underwriting, kinerja, akseptasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.