Laporkan Masalah

UTILIZATION OF LIQUID WASTE OF TOFU INDUSTRY AND LEACHATE AS LIQUID ORGANIC FERTILIZER THROUGH FERMENTATION PROCESS

RANY PUSPITA DEWI, Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Kondisi tanah yang buruk dengan jumlah bahan organik yang rendah di tanah, dan makin mahalnya harga pupuk yang tersedia di pasaran dapat menghambat peningkatan produktivitas pertanian. Masalah tersebut dapat disiasati dengan pemanfaatan limbah yang berada di sekitar kita. Limbah cair industri tahu dan air lindi merupakan limbah cair yang mempunyai kandungan bahan organik yang tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Jumlah limbah cair industri tahu dan air lindi cukup banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal, oleh karena itu melalui proses fermentasi diharapkan limbah-limbah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan. Penelitian pembuatan pupuk organik cair dilakukan melalui proses fermentasi. Penelitian tahap pertama dilakukan untuk mengetahui komposisi limbah cair industri tahu dan air lindi yang terbaik untuk memproduksi pupuk organik cair. Hasil pengujian awal kandungan unsur hara makro untuk limbah cair industri tahu dan air lindi menunjukkan bahwa kedua bahan dasar tersebut mempunyai kandungan unsur hara makro yang cukup tinggi untuk dibuat menjadi pupuk organik cair. Penelitian tahap kedua dilakukan untukscale up kapasitas produksi pembuatan pupuk organik cair 10 L dari komposisi terbaik yang telah diperoleh dari penelitian tahap pertama dan analisis ekonomi untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan pupuk organik cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pupuk organik cair yang dihasilkan melalui proses fermentasi dengan scale up 10 L telah memenuhi standar persyaratan teknis minimal pupuk organik cair sehingga layak untuk diaplikasikan. Pupuk organik cair yang dihasilkan mempunyai kandungan unsur hara makro dengan kandungan N sebesar 0,058 %, kandungan P sebesar 0,01 % dan kandungan K sebesar 0,097 %. Unsur hara mikro yang ada didalam pupuk organik cair yaitu kandungan seng (Zn) sebesar 0,350 ppm, kandungan tembaga (Cu) < 0,01 ppm, kandungan mangan (Mn) sebesar 0,994 ppm, kandungan cobalt (Co) < 0,025 ppm, kandungan molybdenum (Mo) < 0,05 ppm, kandungan besi (Fe) sebesar 7,205 ppm dan kandungan boron (B) sebesar 22,940 ppm. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa pembuatan pupuk organik cair dengan kapasitas 150 L layak untuk dikembangkan.

Poor soil condition with low organic substances content in the soil and expensive price of fertilizer in the market can hamper the increase of agriculture productivity. The problem can be solved through utilization of waste around of us. Liquid waste of tofu industry and leachate as liquid waste have high organic substances content and it can be used as base material to make liquid organic fertilizer. The amount of liquid waste of tofu industry and leachate were abundant enough and they were not utilized optimally yet, so that the wastes can be utilized optimally through fermentation process and it can reduce environment pollution. The research of liquid organic fertilizer production process was done through fermentation process. Step 1 of research was done to know the best composition of liquid waste of tofu industry and leachate to produce liquid organic fertilizer. Initial analysis result of liquid waste of tofu industry and leachate characteristic showed that those wastes had high enough of macro nutrients content as the base material to produce liquid organic fertilizer. Step 2 of research was done to scale up of production capacity process for about 10 L from the best composition of liquid waste of tofu industry and leachate which was gotten from step 1 of research and economy analysis was done to know the feasibility of liquid organic fertilizer making process. The research results showed that liquid organic fertilizer produced through fermentation process with scale up 10 L had fulfilled standard of minimum technique requirement for liquid organic fertilizer, so that it was feasible to be applied. Liquid organic fertilizer product had macro nutrients content with N content about 0.058 %, P content about 0.01 % and K content about 0.097 %. Micro nutrients content in liquid organic fertilizer product are zinc (Zn) content about 0.350 ppm, copper (Cu) content about < 0.01 ppm, manganese (Mn) content about 0.994 ppm, cobalt (Co) content about < 0.025 ppm, molybdenum (Mo) content about < 0.05 ppm, iron (Fe) content about 7.205 ppm and boron (B) content about 22.940 ppm. The economy analysis showed that liquid organic fertilizer making process with capacity 150 L was feasible to develop.

Kata Kunci : limbah cair industri tahu, air lindi, pupuk organik cair


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.