Penentuan Prioritas Pemilihan Saham LQ45 Dengan Metode Taguchi Loss Function
Agnadi Kusnowo, Hardo Basuki
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami kenaikan sejak Indonesia lepas dari krisis moneter tahun 1997 - 1999, hingga menyentuh puncaknya pada awal tahun 2008. Krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 2008 ikut menyeret turun IHSG hingga menyentuh titik terendahnya pada November 2010. Setelah itu IHSG terus mengalami rebound hingga saat thesis ini disusun pada bulan Mei 2011. Tahun 2010 IHSG memberikan return sebesar 46,13%, sedangkan saham LQ45 yang memberikan return terbesar adalah saham KLBF dengan return sebesar 150%. Thesis ini mencoba untuk mencari saham LQ45 lainnya yang memiliki karakteristik yang mirip dengan saham KLBF untuk dijadikan target investasi sehingga memungkinkan memberikan return yang tinggi. Penelitian dilakukan dengan membandingkan performansi antar saham LQ45 melalui perbandingan rasio-rasio yang ada pada laporan keuangan saham LQ45 tahun 2010 kemudian dengan metode Taguchi Loss Function dihasilkan prioritas pemilihan saham LQ45. Sebagai langkah pertama dilakukan penelitian awal untuk mengetahui rasio keuangan apa yang berpengaruh pada return saham LQ45. Rasio yang digunakan adalah Earning Per Share (EPS), Price to Earning Ratio (PER), Book Value (BV), Price to Book Ratio (PBV), Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Operating Profit Margin (OPM). Data rasio keuangan dan return saham LQ45 yang digunakan pada penelitian awal ini menggunakan laporan keuangan saham LQ45 dari tahun 2008 sampai dengan 2010. Diperoleh hasil bahwa rasio yang paling berpengaruh pada return saham LQ45 adalah PBV dan ROA. Kemudian dengan menggunakan PBV dan ROA dari saham KLBF dilakukan prioritas pemilihan saham LQ45 lainnya dengan menggunakan metode Taguchi Loss Function. Metode Taguchi pada awalnya banyak digunakan pada industri manufactur, namun akhir-akhir ini sudah banyak digunakan pada sektor lainnya seperti jasa, akuntansi, asuransi dan finansial. Dengan menggunakan toleransi nilai variabel PBV dan ROA dari saham KLBF sebesar 30%, kemudian dihitung loss functionnya maka urutan prioritas pemilihan saham LQ45 adalah saham AALI, HEXA, INTP, UNTR, SMGR dan ASII. Kesimpulan lain dari penelitian ini adalah saham LQ45 yang terpilih dengan prioritas tertinggi tidak selalu memiliki return tertinggi sebaliknya saham LQ45 dengan return tertinggi belum tentu masuk dalam prioritas pemilihan saham. Di antara saham yang termasuk dalam prioritas pemilihan saham hanya saham HEXA, UNTR dan ASII yang dapat mengalahkan return IHSG sepanjang 2010. Saham yang masuk dalam prioritas pemilihan saham berasal dari sektor yang beragam yang berbeda dengan saham KLBF dan saham tersebut juga memiliki kapitaliasi pasar yang beragam.
Jakarta Composite Index (JCI) continued rising since Indonesia passed from the monetary crisis in 1997-1999 and reach its peak in early 2008. JCI plunged to the lowest point in November 2010 when the economic crisis hit USA and Europe in 2008. Then JCI continued to rebound until the thesis was written in May 2011. In 2010 JCI provided return in the amount of 46.13%, while the highest return of LQ45 stock showed by KLBF reaching up to 150%. This thesis undertakes to find another LQ45 stocks which have similar characteristics with KLBF stock as a target of investments to get high return. The research is conducted by comparing performance amongst LQ45 stocks through comparison ratios from financial statements in 2010 LQ45. Then undertakes prioritizing selection on LQ45 stock by Taguchi Loss Function method. The first step is investigating to find out what are the significant financial ratios influencing LQ45 stock return. The ratios are Earning Per Share (EPS), Price to Earning Ratio (PER), Book Value (BV), Price to Book Ratio (PBV), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), and Operating Profit Margin (OPM). The data of financial ratios and LQ45 stock return used in earlier research are using financial reports from 2008 until 2010. The results founded that the ratios of the most influential on the LQ45 stock return are PBV and ROA. Then by using KLBF’s PBV and ROA we can selected prioritizing selection on another LQ45 stocks by Taguchi Loss Function method. Taguchi method was originally used in many manufacturing industries, but lately has been widely used in other sectors such as services, accounting, insurance and financial services. By using a 30% tolerance on KLBF’s PBV and ROA ratio, then the loss function was calculated to prioritizing selection on LQ45 stocks are AALI, HEXA, INTP, UNTR, SMGR and ASII. Another conclusion of this research was the LQ45 stocks with the highest returns do not always include in prioritizing stock on LQ45 by Taguchi Loss Function. It is found that amongst stocks in prioritizing stock selection on LQ45 only HEXA, UNTR and ASII that can beat return JCI throughout 2010 surpassed. Stocks in prioritizing selection on LQ45 derived from a variety of different sectors from KLBF and also have any market capitalization.
Kata Kunci : Prioritas pemilihan saham, LQ45, rasio keuangan, metode Taguchi Loss Function.