Laporkan Masalah

POSISI INDONESIA DALAM PERDAGANGAN KAKAO INTERNASIONAL: UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING EKSPOR KAKAO INDONESIA

DEWI NATALIA GINTING MUNTHE, Dra. Siti Daulah Koiriati, MA

2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Globalisasi dan liberalisasi perdagangan dipandang akan menciptakan pasar yang lebih efisien karena akan merujuk kepada sistem perdagangan bebas. Globalisasi ekonomi mengakibatkan semakin banyak negara-negara di dunia yang terlibat langsung dalam kegiatan perdagangan internasional. Kakao Indonesia memiliki potensi yang baik dan memiliki prospek yang cerah sebagai modal dalam perdagangan internasional Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana serta pemasok biji kakao paling signifikan di Asia Timur. Daya saing yang tinggi dalam berbagai bidang merupakan salah satu faktor penting dalam perdagangan internasional. Memasarkan produk ke luar negeri sangat kompetitif. Sehingga kemampuan untuk mengembangkan komoditas ekspor menjadi hal penting. Dalam analisis global value chain, hal ini dapat dilakukan melalui governance dan upgrading pada setiap aspek rantai produksi. Hal ini juga berlaku dalam perdagangan kakao internasional Indonesia agar mempunyai daya saing yang tinggi untuk dalam perdagangan internasional.

Globalization and trade liberalization will create a market which is considered more efficient because it will refer to the free trade system. Economic globalization resulted in a growing number of countries in the world who are directly involved in international trade activities. Cocoa Indonesia has good potential and bright prospects in international trade as the capital of Indonesia. This is because Indonesia is the third largest cocoa producer in the world after the Ivory Coast and Ghana as well as the most significant supplier of cocoa beans in East Asia. High competitiveness in various fields is one important factor in international trade. Market their products abroad are very competitive. So the ability to develop into important export commodity. In the global value chain analysis, this can be done through governance and upgrading in every aspect of the production chain. This is also true in the international cocoa trade in Indonesia that have a high competitiveness in international trade.

Kata Kunci : kakao, perdagangan internasional, hambatan, daya saing, global value chain, governance, upgrading, upaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.