KETIMPANGAN PENDIDIKAN ANTARKABUPATEN/KOTA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PROVINSI JAWA TENGAH, 2005-2009
Masyithah, Dr. Budiono Sri Handoko, MA.
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis ketimpangan pendidikan antarkabupaten/kota di wilayah Jawa Tengah dan dekomposisi ketimpangan antarkelompok wilayah (kabupaten/kota dan pantura/non pantura), (2) menganalisis tipologi daerah kabupaten/kota berdasarkan 3 macam kriteria yaitu laju pertumbuhan dan PDRB per kapita, ketimpangan pendidikan dan PDRB per kapita, ketimpangan pendidikan dan kemiskinan, serta (3) hubungan koefisien Gini pendidikan dan rata-rata tahun bersekolah, hubungan koefisien Gini pendidikan dan PDRB per kapita serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendidikan. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu mengenai data PDRB per kapita, panjang jalan kabupaten/kota, luas wilayah, capaian pendidikan, belanja pemerintah daerah bidang pendidikan, angka harapan hidup dan persentase penduduk miskin masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama 5 tahun dari tahun 2005-2009. Alat analisis yang digunakan adalah koefisien Gini, Tipologi Klassen, dan pooled generalized least square, dengan teknik panel data menggunakan fixed effect model. Dengan menggunakan alat analisis ketimpangan koefisien Gini, diperoleh bahwa rata-rata tingkat ketimpangan pendidikan di Provinsi Jawa Tengah adalah 0,332 (tingkat rendah). Selama periode pengamatan, ketimpangan tersebut mempunyai kecenderungan meningkat walaupun agak fluktuatif. Penyumbang ketimpangan terbesar adalah kesenjangan antara wilayah pantura dan non pantura Penggunaan kriteria tipologi daerah akan menghasilkan perbedaan klasifikasi kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kabupaten Brebes, Pemalang, Klaten, Wonogiri dan Blora merupakan daerah terburuk pada ketiga kriteria tipologi daerah. Rata-rata tahun bersekolah berhubungan negatif signifikan terhadap koefisien Gini pendidikan, dan PDRB per kapita berhubungan positif signifikan terhadap koefisien Gini pendidikan. Indikator kesehatan, belanja pendidikan, infrastruktur dan kemiskinan berpengaruh terhadap ketimpangan pendidikan.
This research aims to: (1) analyze the educational inequality across districts/ cities in Central Java province and decomposition of inequality among groups in the region (districts/cities and pantura/non pantura), (2) analyze the typology of the districts/cities based on three kinds of criteria: growth rate and per capita GRDP, inequality of education and per capita GRDP, educational inequality and poverty, and (3) the relationship of education Gini coefficient and averages years of schooling, the relationship of education Gini coefficient and per capita GRDP and analyze the factors that affect educational inequality. The data used were secondary data ie data on per capita GRDP, the ratio of road to the districts/cities area, educational attainment, local government spending in education, life expectancy and the percentage of poor residents of each districts/cities in Central Java province for 5 years from 2005 to 2009. Analysis tool used is the Gini coefficient, Klassen Typology, and pooled generalized least squares, with panel data techniques using a fixed effect model. Using the Gini coefficient of inequality analysis tool, found that the averages level of educational inequality in Central Java province is 0.332 (low level). During the observation period, inequality has a tendency to increase, although somewhat volatile. The biggest contributor to inequality is the disparity between regions of pantura and non pantura. Use of the typology criteria will result in differences in the classification of districts/cities in Central Java. Brebes, Pemalang, Klaten, Wonogiri and Blora District is the worst area in all three regions typology criteria. The average years of schooling is negatively related significantly to the education Gini coefficient, GRDP per capita is positively related significantly to the education Gini coefficient. Indicators of health, education spending, infrastructure and poverty affects educational inequality.
Kata Kunci : Ketimpangan, rata-rata tahun bersekolah, koefisien Gini pendidikan, tipologi Klassen, data panel, fixed effect model.