PENENTUAN LOKASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN: PENERAPAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI KOTA MALANG
M. Achsin, Dr. Soeratno, M.Ec.,
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanAnalytic Hierarchy Process (AHP) merupakan metode pengambilan keputusan yang peralatan utamanya adalah hirarki. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dan tidak terstruktur dipecah, dikelompokkan dan diatur menjadi suatu bentuk hirarki. Data utama model AHP adalah persepsi manusia yang dianggap expert. Kriteria expert bukan jenius dan pintar, namun lebih pada orang yang benar-benar menguasai permasalahan. Dengan model AHP, tesis ini menjawab pertanyaan mengenai kriteria-kriteria apa saja yang dipakai pengembang (developer) untuk memilih lokasi pembangunan perumahan di wilayah Kota Malang. Ada empat kriteria berikut sub kriteria dan subsub kriteria yang berhasil diidentifikasi, yaitu. (1) Kriteria ekonomi dengan sub kriteria (a) harga lahan, (b) biaya produksi (development cost), (c) kedekatan dengan sumber tenaga kerja, (d) ketersediaan sumber air bersih, (e) dan ketersediaan dengan fasililitas listrik; (2) Kriteria sosial dengan sub kriteria (a) kedekatan dengan pemukiman penduduk, dengan sub-sub kriteria ramai dan sepi (b) sikap masyarakat dengan sub-sub kriteria menolak, tidak perduli, dan menerima (c) keamanan, dan (d) kesesuaian dengan tataruang kota; (3) Kriteria lingkungan dengan sub kriteria (a) iklim dengan sub-sub kriteria sejuk dan panas, (b) kontur tanah, dan (c) Keadaan tanah dengan sub-sub kriteria labil dan stabil, dan (d) AMDAL; (4) Kriteria transportasi dengan sub kriteria (a) aksesibilitas dan (b) ketersediaan jalur angkutan umum. Pada sisi lain, lokasi perumahan yang akan ditentukan adalah dengan mempertimbangkan pada empat kriteria dan berikut sub Kkiteria serta sub-sub kriteria adalah (1) Kota Malang Barat, (2) Kota Malang Utara, (3) Kota Malang Timur, dan (4) Kota Malang Selatan. Model AHP akan menghasikan vektor-vektor prioritas lokal. Vektor-vektor tersebut kemudian disintesiskan menjadi prioritas global. Proses ini dinamakan setting prioritas. Simpulan penelitian ini adalah bahwa lokasi pembangunan perumahan di Kota Malang, pertama adalah, para pengembang yang berada di lokasi Barat memilih kriteria transportasi lebih penting dengan bobot 0,360. Kedua, para pengembang yang berada di lokasi Utara menganggap kriteria ekonomi lebih penting dengan bobot 0,325. Ketiga, pengembang di lokasi Timur menganggap kriteria ekonomi lebih penting yang ditunjukkan dengan bobot 0,373. Keempat, pengembang di lokasi Selatan menganggap kriteria transportasi menjadi prioritas utama dalam menentukan lokasi pembangunan perumahan dengan bobot 0,428.
Location desicion is an important strategy for many firm because it is difficult and expensive activity. Location desicion requires many factor which need qualitative and quantitative consideration. Analytic Hierarchy Process (AHP) is a method of decision-making that the main tool is the hierarchy. With a hierarchy, a complex and unstructured problem will be divided, grouped and arranged into a form of hierarchy. The main data of AHP model is human perception that considered an expert. With the AHP model, this thesis is to answer what criteria are used by the developer in choosing the location of housing in the region of Malang. There are four criteria, with respective are identified, these are: (1) Economic Criteria, the following sub criteria are (a) land prices, (b) development cost, (c) proximity to sources of labour, (d) availability/affordability of water sources, and (e ) availability/affordability of electrical fasilities; (2) Social Criteria with sub criteria, (a) Proximity to population with sub-sub criteria crowded dan rarely, (b) social circumstances with sub-sub criteria accept, ignore, and reject, (c) security factor , and (d) urban spatial; (3) Environment Criteria (a) climate (cool/heat), (b) contours of the land, (c) ground state (labil/stabil), and (d) environmental impact assesment ; (4) Transportation Criteria : (a) availability of public roads (b) availability of public transportation. While the location of housing development will be determined by considering four criteria, the following sub criteria Malang city of are: (1) Western, (2) Northern, (3) Eastern and (4) Southern. AHP model will generate the vectors of local priorities. The vectors are then synthesized into a global priority. This process is called setting priorities. Conclusion of this study is that the location of housing development in Malang, first, the developers in the West choose the location of transportation is more important criterion with weights 0.360. Secondly, the developers are located in Northern locations considered more important economic criteria with weights 0.325. Third, developers at the East location considered more important economic criteria indicated by the weight of 0.373. Fourth, the developer at the South location criteria considers transportation a top priority in determining the location of housing development with the weight of 0.428.
Kata Kunci : lokasi, analytic hierarchy process (AHP), Kota Malang