ANALISIS BEBAN KERJA DAN KINERJA DIETISIEN DALAM MELAKSANAKAN NUTRITION CARE PROCESS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG
Nanda Gita Utami, Yeni Prawiningdyah, SKM, M.Kes
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Persaingan dalam era globalisasi menuntut Rumah Sakit untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan baik kualitas maupun kuantitas. Untuk itu rumah sakit memerlukan dukungan dari Sumber Daya manusia profesional dengan kinerja sesuai dengan harapan masyarakat. Tersebut . Proses Asuhan Gizi Terstandar atau Nutritional Care Process merupakan suatu model baru dari asuhan gizi. Dalam Job descriptionnya Dietisien di RSHS selain mempunyai tugas pelayanan juga tugas lainnya. Efisiensi pada sumber daya manusia berkaitan dengan aktifitas kerja dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Observasi terhadap petugas dengan mengukur waktu yang dipakai untuk melaksanakan pekerjaannya sering dipakai untuk analisis beban kerja, dengan metode ini dapat ditentukan standar yang nantinya dapat digunakan sebagai pedoman baik untuk para pekerja atau pimpinan dalam menilai pekerjaan Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan kinerja dietisien dalam melaksanakan NCP di ruang inap rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat deskripsi tentang suatu keadaan objektif. Penelitian dilakukan di RSHS, dengan jumlah responden 13 orang dietisien. Hasil : Dietisien di RSHS memiliki beban kerja rata-rata 32.2% atau dikategorikan beban kerja sedang. Observasi terhadap Aktivitas selama jam adalah untuk Kegiatan Langsung yaitu pelaksanaan NCP 35.5% kegiatan tidak langsung 39%, kegiatan Personal 22.5% dan kegiatan tidak produktif 3.5%. Aktifitas tertinggi untuk kegiatan NCP adalah pada jam 10.05 – 12.00 (Mid morning) yaitu sebesar 53.2%. Ketepatan Dietisen dalam melaksanakan NCP pada tahap Pengkajian 38%, Pada tahap diagnosis 37%, pada tahap intervensi dan monitoring evaluasi masing-masing sebesar 14%. Penilaian kinerja dietisien secara kuantitas rata-rata adalah 29 dokumen dihasilkan selama 5 hari kerja dikatagorikan sebagai kinerja kuantitas baik. Sedangkan penilaian kinerja kualitas rata-rata score kebenaran pelaksanaan NCP 1.3 atau dikategorikan kinerja kualitas kurang. Kesimpulan : Beban kerja Dietisien di RSHS dikategorikan sedang, penilaian pelaksanaan NCP secara kuantitas baik, sedangkan penilaian secara kualitas dikategorikan kurang.
Background: Competition in the globalization era requires hospitals to continously increase quality and quantity of health service. Therefore, hospitals need support from professional human resources through performance relevant with community expectation. Standard nutrition care process is a new model of nutrition care. In their job description dietitians at Hasan Sadikin Hospital have duties of services and other duties. Efficiency in human resources is associated with work activities and time needed to accomplish duties. Observation of staff through assessment of time needed to finish the job is often used to analyze workload. With this method a standard could be used as a guide for staff and managers to assess the work. Objective: The study aimed to identify analysis workload and performance of dietitians in undertaking NCP at inpatient ward of Hasan Sadikin Hospital Bandung. Method: This study is a descriptive study, which is a method of research conducted with the primary purpose of making a description of a situation objectively Result: Dietitians at Hasan Sadikin Hospital had average workload as much as 32.2%; this belonged to medium category. Observation of activities during the time for direct activities (practice of NCP) was 35.5%, indirect activities 39%, personal activities 22.5% and unproductive activities 3.5%. Highest activity for NCP was carried out between 10:05 to 12:00 (mid morning) as much as 53.2%. Accuracy of dietitians in the practice of NCP was as followed: assessment phase 38%, diagnosis phase 37%, intervention phase and monitoring evaluation phase equally 14%. Performance evaluation of dietitians in aspect of quantity in average reached 29 documents within 5 working days; this belonged to good category. Whereas in aspect of quality average score reached for accuracy of NCP practice was 1.3 ponts; this belonged to inadequate. Conclusion: Workload of dietitians at Hasan Sadikin Hospital belonged to medium; practice of NCP quantitatively belonged to good; whereas qualitatively belonged to inadequate.
Kata Kunci : Beban kerja Nutrition Care process, kinerja, Dietisien