Laporkan Masalah

HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DAERAH NELAYAN DISTRIK JAYAPURA UTARA KOTA JAYAPURA

Vonny Persulessy, Abidillah Mursyid, SKM, MS

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latarbelakang: Gizi memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia. Kekurangan gizi pada bayi dan anak balita akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Pembangunan masyarakat Papua dimulai dari pembangunan kampung, dengan peningkatan kapasitas pemerintahan kampung dan distrik antara lain melalui perbaikan gizi, pelayanan kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Rumah tangga nelayan di Distrik Jayapura Utara berjumlah 544 KK. Masyarakat Papua mengkonsumsi makanan pokok yaitu beras,sagu,hipere,talas dan pisang. Sagu dikonsumsi oleh sebagian masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Pemantauan Status Gizi (PSG) Dinas Kesehatan Kota Jayapura tahun 2008 diketahui 3,4 % balita gizi buruk, 17,8 % gizi kurang, 76 % gizi baik, dan 2,8 % gizi lebih. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan dan pola makan dengan status gizi balita di daerah nelayan Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel bebas adalah tingkat pendapatan dan pola makan. Variabel terikat adalah status gizi. Waktu penelitian Bulan Oktober-Desember 2010, lokasi di Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura, sampel 162 balita (usia 12-59 bulan), ibu balita sebagai responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pendapatan, pola makan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), status gizi diukur menggunakan antropometri berdasarkan BB/U standar baku WHO 2005. Analisis data bivariat menggunakan Chi-square, analisis multivariat menggunakan Multiple Logistic Regression. Hasil: Tingkat pendapatan dengan status gizi menunjukkan hubungan yang bermakna dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Pola makan dengan status gizi menunjukkan hubungan yang bemakna yaitu p= 0,010 (p<0,05). Kesimpulan: Balita yang mempunyai orang tua dengan tingkat pendapatan cukup memiliki status gizi yang lebih baik dibanding dengan balita yang mempunyai orang tua dengan tingkat pendapatan kurang. Balita yang mempunya pola makan cukup memiliki status gizi yang lebih baik dibanding dengan balita yang mempunyai pola makan kurang.

Background: Nutrition has an important role in human life cycle. Undernourishment in infants and underfives can cause growth and development disorder. Development of Papua community begins from village empowerment, such as nutrition improvement, health service, and people's economy. There are 544 fisherman families at District of Jayapura Utara. Main stipend of Papua community consists of rice, sago, hipere, taro and banana. Sago is consumed by the majority of people residing at coastal areas. Nutrition Status Monitoring of Jayapura Municipal Health Office in 2008 indicated that 3.4% of underfives were malnourished, 17.8% undernourished, 76% well nourished and 2.8% overnourished. Objective: To identify correlation between income and diet pattern to underfive in fisherman area of Jayapura District Jayapura Municipality. Method: The study was observational with cross sectional design. The independent variables were level of income and eating pattern; the dependent variable was nutrition status. The study was undertaken in October-December 2010 at District of North Jayapura, Jayapura Municipality involving 162 underfives (of 12-59 moths), and mothers of underfives as respondents. Data were obtained through questionnaire of income, eating pattern using Food Frequency Questionnaire, nutrition status measured from anthropometry based on weight/age standard of WHO 2005. Data analysis used bivariate with chi square, multivariate with multiple logistic regression. Result: There was significant correlation between income level and nutrition status with score of p=0.000 (p<0.05). There was significant association between diet pattern and nutrition status with score of p=0.000 (p<0.05). Conclusion: Underfives having parents with sufficient income had better nutrition status than those having parent with insufficient income. Underfives with good diet pattern had better nutrition status than those with poor diet pattern.

Kata Kunci : Tingkat pendapatan, pola makan, status gizi balita, daerah nelayan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.